Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Selamatkan anak-anak Papua, Gereja siap bentuk tim pencari fakta
  • Jumat, 13 April 2018 — 13:38
  • 1062x views

Selamatkan anak-anak Papua, Gereja siap bentuk tim pencari fakta

Komisi ekonomi, sosial, dan budaya (Eksosbud) dalam Konferensi Gereja dan Masyarakat (KGM) V merekomendasikan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Gereja-gereja di Tanah Papua (PGGP), membentuk tim pencari fakta dalam upaya menyelamatkan anak-akan asli Papua yang dibawa keluar Tanah Papua. 
Pesera KGM V dari denomimasi gereja di tanah Papua bersama PGI - Jubi/Hans Arnold
Hans Kapisa
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sorong, Jubi - Komisi ekonomi, sosial, dan budaya (Eksosbud) dalam Konferensi Gereja dan Masyarakat (KGM) V merekomendasikan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Gereja-gereja di Tanah Papua (PGGP), membentuk tim pencari fakta dalam upaya menyelamatkan anak-akan asli Papua yang dibawa keluar Tanah Papua. 

Komisi Eksosbud yang diketuai oleh Markus Mirino ini, merumuskan rekomendasi kepada Pemerintah Pusat, pemerintah daerah, PGI, PGI wilayah dan kepada Dewan Adat Papua (DAP). 

Sejumlah poin rekomendasi yang diberikan kepada pemerintah pusat diantaranya Pemerintah RI menyatakan permintaan maaf dan menyelesaikan segala bentuk kekerasan pelanggaran HAM yang dialami masyarakat Papua di masa lalu sebagai sebuah jalan menuju rekonsiliasi, melakukan pertemuan para pihak dalam rangka membuka dialog Papua-Jakarta untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di Papua dan bukan sebuah dialog yang direkayasa, serta melakukan penindakan keras atas tindakan pidana korupsi yang dilakukan oleh pejabat di Papua maupun pihak-pihak lain yang merugikan masyarakat di Tanah Papua.  

Sementara itu, rekomendasi kepada pemeritah daerah di antaranya pemerintah daerah segera membuat database penduduk di Tanah Papua berbasis masyarakat adat, membuat regulasi atau perda tentang hutan dan tanah adat atas pengakuan msyarakat adat Papua, mencabut berbagai izin penguasaan dan pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang dilakukan dengan merampas tanah adat OAP, dan merawat keharmonisan relasi antar umat beragama di Tanah Papua dengan menggagalkan oknum-oknum yang dapat memicu konflik umat beragama di Tanah Papua.

Sementara itu, perwakilan Gereja Katolik di Tanah Papua, Hardus Desa, menambahkan seluruh rumusan hasil dalam KGM ini berangkat dari presepsi dan pemahaman yang benar dari macam-macam orang yang harus disatukan terutama dari pimpinan-pimpinan Gereja.

"Pimpinan gereja harus berkoordinasi dan komunikasi juga bagaimana mereka memimpin umatnya untuk mengetahui hasil KGM ini untuk dikawal bersama-sama," ujarnya. (*) 

loading...

Sebelumnya

Gereja harus berbenah demi kemajuan masyarakat di Tanah Papua

Selanjutnya

Pendeta Mofu minta usut tuntas korupsi proposal fiktif

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat