Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Pembakaran rumah Bupati Pegubin, DPRP : ini akumulasi kekecewaan rakyat
  • Jumat, 13 April 2018 — 16:21
  • 932x views

Pembakaran rumah Bupati Pegubin, DPRP : ini akumulasi kekecewaan rakyat

Pembakaran merupakan  aksi spontan masyarakat yang selama ini kecewa terhadap kepemimpinan Bupati Pegubin, Costan Otekma.
Ilustrasi Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang - Jubi/Dok
Arjuna Pademme
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi- Pembakaran rumah pribadi Bupati Pegunungan Bintang (Pegubin), yang terjadi pada Kamis (12/4/2018) dinilai sebagai akumulasi kekecewaan masyrakat stempat. Hal itu dismpaikan legislator Papua dari daerah pemilihan Pegunungan Bintang, Ignasius W Mimin.

"Rakyat meminta bupati baru. Bagaimana caranya, pemerintah pusat dan pemprov menjawab ini,” kata Mimin, Kamis (12/4/2018).

Ia menyebutkan pembakaran merupakan  aksi spontan masyarakat yang selama ini kecewa terhadap kepemimpinan Bupati Pegubin, Costan Otekma.

Menurut dia, masyarakat menuntut bupati Pegubin mundur, mereka juga akan terus memalang kantor bupati selama belum diganti.  Mimin mengingatkan bupati Pegubin tidak lari dari tanggung jawab, dan harus bertemu dan menanyakan langsung apa yang diinginkan masyarakatnya.

“Sebaga anak asli Pegubin, saya tidak akan tinggal diam,” katanya.

Selain itu ia mengharap aparat keamanan jangan hanya mengusut pelaku pembakaran, namun mencari tahu alasan terjdinya aksi itu.  Langkah itu dinilai sikap lebih luas Polisi yang tak hanya menempatkan masyarakat pada posisi salah.

Wakil Ketua Komisi I DPR Papua, bidang pemerintahan, hukum dan HAM, Tan Wie Long, mengatakan insiden pembakaran rumah pejabat daerah merupakan kejadian menyedihkan. Aksi ini sebagai pertanda terjadi krisis kepemimpinan dan kepercayaan masyarakat kepada kepala daerah.

“Ini juga warning untuk semua kepala derah di Papua. Jangan melaksanakan pemerintahan secara otoriter, sesuka hati. Kini zamannya pemerintah harus mendengar aspirasi rakyat,” kata Tan.

Ia menyarankan Pemprov Papua dan pemerintah pusat membentuk tim investigasi mencari tahu apa yang menyebabkan masyarakat Pegubin marah.  Saran itu disampaikan karena ia menilai selama ini banyak orang bisa menjadi pemimpinan tapi tidak semua dapat memimpin.  

“Kami komisi I juga akan meminta kepada pimpinan DPR Papua membentuk tim turun ke Pegubin,” katanya. (*) 

loading...

Sebelumnya

Situasi Pegubin terkendali pasca pembakaran rumah Bupati

Selanjutnya

Tiga Kabupaten di Papua belum punya BPBD

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe