Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Pendeta Mofu minta usut tuntas korupsi proposal fiktif
  • Sabtu, 14 April 2018 — 17:55
  • 736x views

Pendeta Mofu minta usut tuntas korupsi proposal fiktif

Korupsi dengan mengatasnamakan gereja tidak hanya bersalah dimata hukum positif, tapi juga telah mencoreng nama Gereja dan umat.  
Pdt. Andrikus Mofu, Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Jubi/Hans Arnold.
Hans Kapisa
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sorong, Jubi - Ketua Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua Pendeta Andrikus Mofu, mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan kasus korupsi berkedok proposal gereja hingga tuntas.

Ia menyebutkan para pihak yang melakukan korupsi dengan mengatasnamakan gereja tidak hanya bersalah dimata hukum positif, tapi juga telah mencoreng nama Gereja dan umat.  

“Penegak hukum yang menangani perkara dugaan korupsi itu agar terus menggali sampai akar. Sinode GKI mendukung dan apresiasi kinerja penegak hukum yang telah mengungkap kasus ini", ujar Mofu kepada Jubi, dalam kegiatan Konferensi Gereja dan Masyarakat (KGM) di Kabupaten Sorong, belum lama ini. 

Direskrimsus Polda Papua Barat, Kombes Budi Santosa, mengatakan dugaan kasus korupsi gereja fiktif di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Papua Barat, mulai terungkap lewat proposal fiktif Gereja Alfa Omega Klagete Sorong senilai Rp 1 miliar.

“Hasil penyidikan menetapkan tiga orang berinisial  RS,MA dan LS sebagai tersangka,” kata Budi Santoso. 

Sementara itu kuasa hukum para tersangka, Rustam, menduga ketiga kliennya sebagai tumbal konspirasi karena  pencairan dana hibah pembangunan fiktif rumah ibadah itu baru satu yang terungkap. “Ada sekitar 8 hingga 10 lagi yang perlu diungkap. 

"Yang baru terungkap itu satu proposal, tetapi jangan lupa berdasarkan keterangan saksi atau pun tersangka masih ada sekitar 8 sampai 10 proposal yang fiktif dan memang itu sudah cair dananya,” kata Rustam. 

Rustam menyebutkan ada proposal untuk pembangunan gereja di Manokwari di kelurahan Amban sebesar Rp 600 juta. Namun, dana tersebut tak dimanfaatkan untuk membangun gereja sesuai proposal. 

“Ada proposal untuk pembangunan gereja di kelurahan Amban. Dana sudah cair tetapi tidak ada pembangunan gereja. Ini juga fiktif,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Selamatkan anak-anak Papua, Gereja siap bentuk tim pencari fakta

Selanjutnya

Papua Barat jaring pendapat Raperdasi kesehatan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Lembar Olahraga |— Minggu, 22 April 2018 WP | 8156x views
Berita Papua |— Jumat, 20 April 2018 WP | 3298x views
Pasifik |— Senin, 23 April 2018 WP | 2045x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe