Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Keluarga korban Paniai berdarah pertanyakan kehadiran Jokowi di Papua
  • Minggu, 15 April 2018 — 14:19
  • 25533x views

Keluarga korban Paniai berdarah pertanyakan kehadiran Jokowi di Papua

Mereka menilai kehadiran presiden ke Papua akan sia-sia karena belum mampu memenuhi janjinya menyelesaikan kasus Paniai Berdarah yang terjadi pada 8 Desember 2014..
Salah satu korban meninggal, Simon Degei, siswa SMA Negeri 1 Paniai, Enarotali ditangisi keluarganya di lapangan sepak bola Karel Gobai Enarotali – Jubi/Abeth You
Abeth You
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Paniai, Jubi – Keluarga korban Paniai berdarah pertanyakan kehadiran Presiden Joko Widodo di Papua yang ke delapan kalinya. Mereka menilai kehadiran presiden ke Papua akan sia-sia karena belum mampu memenuhi janjinya menyelesaikan kasus Paniai Berdarah yang terjadi pada 8 Desember 2014 .

“Jokowi pernah ungkapkan di hadapan 5 ribu lebih masyarakat Papua di stadion Mandala Jayapura, ia segera menyelesaikan kasus Paniai Berdarah. Namun hanya janji hingga sekarang belum pelaku tersentuh,” kata  Tinus Pigai, keluarga Apinus Gobai, yang menjadi korban meningal insiden Paniai berdarah, Minggu, (15/4/2018).

Ia menilai kunjungan Presiden Jokowi sekian kali di Papua tidak memiliki kompetensi sosial untuk membangun kepercayaan publik, apa lagi para keluarga korban.  Tinus Pigai menyayangkan sikap Jokowi yang sudah delapan kali datang ke Papua tapi tidak pernah menyinggung soal kasus salah satu kasus HAM berat yang terjadi di Paniai.

Menurut Pigai, semua kunjungan Presiden Jokowi terkesan tidak memberi manfaat sisi penuntasan sejumlah kasus pelanggaran terutama Paniai Berdarah, dan hasilnya sampai sejauh ini belum pernah ada kebijakan yang dirasakan secara langsung oleh rakyat Papua.

Tercatat empat siswa yang ditembak mati oleh TNI dalam insiden Paniai berdarah terdiri Yulianus Yeimo (17), Apinus Gobai (16), Simon Degei (17), dan Alpius You (18).

Yohan You, saudara kandung korban meninggal, Alpius You, mengatakan masih menanti  realisasi janji yang pernah diungkapkan Presiden Jokowi untuk mengungkap kasus penembakan brutal yang menewaskan empat siswa pelajar SMA itu.

“Kalau Joko Widodo mau calon Presiden tahun 2019 dan mau mendapatkan suara  di wilayah Meepago, terutama Paniai, Deiyai dan Dogiyai maka dia harus tuntaskan kasus Paniai berdarah seperti yang dia ucapkan janjinya,” kata Yohan You.

Ia pernah menyampaikan kepada tim Amnesty Internasional yang melakukan pendataan secara detail kepada keluarga korban serta  tokoh masyarakat maupun adat dan agama di Paniai pada pekan lalu.

“Kami akan boikot pemilu. Itu komitmen kami  kapasitasnya sebagai kepala negara diragukan. Karena ucapannya tidak dibarengi dengan tindakan nyata,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Ramandey: Terkait Papua, secara tak langsung PBB intervensi Indonesia

Selanjutnya

Jokowi tidak punya niat selesaikan masalah Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe