Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Krisis finansial, amunisi PNG untuk APEC tertahan di Australia
  • Minggu, 15 April 2018 — 17:30
  • 780x views

Krisis finansial, amunisi PNG untuk APEC tertahan di Australia

Stok amunisi yang terbengkalai ini mencakup 250.000 biji peluru pistol .9mm, 200.000 biji peluru amunisi senapan serbu 5.56mm, dan 20.000 peluru .40mm.
Amunisi bernilai sekitar AS$ 621.000 itu disimpan di sebuah gudang di luar kota Melbourne. - PINA
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Melbourne, Jubi - Timbunan besar amunisi berisi stok yang akan dikirim untuk digunakan dalam upaya pengamanan para pemimpin dunia, termasuk Presiden AS Donald Trump saat KTT APEC, terbiar di sebuah gudang di wilayah Geelong, Melbourne, di Australia karena Pemerintah Papua Nugini tidak mampu membayarnya.

Pemesanaan amunisi besar-besaran, yang mewajibkan persetujuan dari Kementerian Luar Negeri AS untuk dikirim ke PNG ini, menurut para eksportir, dipersiapkan untuk mempersenjatai polisi dan pasukan keamanan khusus dalam persiapan negara tersebut untuk menjadi tuan rumah forum APEC di Port Moresby di akhir tahun ini.

Persoalan ini menimbulkan kekhawatiran akan tingkat kesiapan program keamanan untuk KTT APEC November ini, yang akan menjadi rumah sementara beberapa pemimpin paling berkuasa di dunia termasuk Trump, Vladimir Putin dari Rusia, Xi Jinping dari Tiongkok, Perdana Menteri Malcolm Turnbull dari Australia, serta para pemimpin dan pejabat tinggi dari Kanada, Korea Selatan, Meksiko, Indonesia, dan Jepang.

Stok amunisi yang terbengkalai ini mencakup 250.000 biji peluru pistol .9mm, 200.000 biji peluru amunisi senapan serbu 5.56mm, dan 20.000 peluru .40mm.

Pesanan itu disuplai dari perusahaan Winchester Ammunition Inc. milik Amerika Serikat bernilai sekitar AS$ 621.000. Nota pesanan itu ditandatangani tanggal 17 Februari tahun lalu oleh Komisaris Polisi PNG Gari Baki.

Winchester telah membenarkan pengiriman 200.000 peluru senapan buatan Australia untuk Kepolisian PNG bulan Oktober tahun lalu, namun sebagian besar pesanan itu masih disimpan di gudang di luar kota Melbourne.

Seorang juru bicara untuk Kepolisian Papua Nugini mengatakan bahwa mereka sudah mengetahui dan sedang menangani masalah ini.

Pemerintah Tiongkok baru-baru ini menyumbangkan senjata api ke Filipina, dan mungkin akan membantu PNG juga dengan pemesanan amunisinya. (PINA)

loading...

Sebelumnya

Pangeran Charles terima gelar kehormatan Vanuatu

Selanjutnya

Kegigihan negara Pasifik, IMO setuju pangkas emisi industri pengapalan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32878x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8923x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6432x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5742x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5587x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe