Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. UN lancar di tengah sarana minim di Yahukimo
  • Selasa, 17 April 2018 — 06:58
  • 745x views

UN lancar di tengah sarana minim di Yahukimo

Meski memiliki sarana yang minim, Ujian Negara Kertas Pensil (UNKP) di sejumlah SMA dan SMK di Kabupaten Yahukimo berjalan lancar. Ujian Negara dilaporkan juga berjalan lancar di seluruh Provinsi Papua.
Kepala SMA Anugerah, Nataniel Esanggoet, didampingi Kepala SMA Negeri Ninia, Musa Husage, secara resmi menyerahkan hasil Ujian Negara Kertas Pensil (UNKP) kepada Pengawas UNKP Kabupaten Yaukimo Esema – Jubi/Piter Lokon
Yance Wenda
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

MESKI memiliki sarana dan prasarana yang minim, Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) tahun ajaran 2017-2018 berjalan aman dan lancar di seluruh SMA dan SMK di Kabupaten Yahukimo. UNKP berlangsung 9-13 April 2018.

Kepala SMA Negeri Ninia Musa Husage mengatakan lancarnya pelaksanaan UNBK berkat dukungan semua pihak.

“Ujian berjalan dengan baik, aman, dan terkendali berkat dukungan semua stakeholder sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing, baik guru maupun pengawas kabupaten dan pengawas provinsi,” katanya kepada Jubi di Dekai, Kamis, 12 April 2018.

Siswa SMA Negeri Ninia yang ikut ujian adalah angkatan ketiga. Sedangkan SMA Anugerah adalah angkatan pertama. SMAN Ninia terdiri dari dua jurusan, yaitu Jurusan IPA dan IPS dengan peserta ujian kedua jurusan 73 siswa. Sedangkan SMA Anugerah hanya memiliki Jurusan IPS dengan 17 siswa.

“Dalam pelaksanaan ini tidak ada kendala apapun, semua berjalan lancar dan selesai juga dengan baik, maka sebagai panitia subrayon kami sampaikan terima kasih,” katanya.

Husage mengatakan sekolahnya selama ini memiliki kendala kurang memadainya sarana dan prasarana. Gedung sekolah masih minim, karena itu ia terpaksa membatasi penerimaan siswa, termasuk untuk tahun ajaran baru nanti.

“Karena itu kami sangat berharap Pemkab Yahukimo dan Pemprov Papua memberikan bantuan pembangunan,” katanya.

Menurutnya, setiap tahun banyak calon siswa yang ingin masuk. Tetapi karena gedung dan fasilitas penunjang terbatas, terpaksa siswa yang diterima dibatasi.

“Bahkan kami juga tidak bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) karena tidak adanya sarana pedukung seperti gedung laboratorium dan komputer,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap ke depan program-program yang diusulkan dari sekolah kepada Dinas Pendidikan Provinsi Papua maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Yahukimo diperhatikan.

“Supaya kami juga bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lain di Indonesia, khususnya Yahukimo dan Papua,” ujar Husage.

Ia berharap hasil Ujian Nasional para siswanya baik sehingga mereka semuanya lulus dan bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi.

Pengawas UNKP Provinsi Papua dari GTK Guru dan Tenaga Pendidikan, Pietri Reubun, memberikan apresiasi kepada seluruh SMA di Yahukimo yang telah melaksanakan ujian nasional sejak dimulai hingga selesai.

Menurutnya, ujian nasional tersebut berjalan lancar sesuai aturan.

“Semua ujian berjalan aman dan lancar. Panitia juga bekerja dengan baik dan sebagai pengawas provinsi kami dilayani dengan baik. Pokoknya semua berjalan dengan baik, aman, lancar,dan sukses,” katanya.

Ia berharap ke depan sekolah-sekolah yang masih UN kertas dan pensil bisa menyelenggarakan UN berbasis komputer.

“Memang di daerah pedalaman ini banyak kendala karena komputer yang masih terbatas dan tidak mencukupi, ketersediaan gedung, dan laboratorium komputer, serta jaringan internet yang belum memadai. Ini cukup mengganggu penyelenggaraan ujian nasional dan juga mengurus nasib guru,” katanya.

Ia berharap ke depan hal ini menjadi perhatian Pemkab Yahukimo dan Pemrov Papua agar sekolah di Kabupaten Yahukimo juga setara dengan daerah lain yang lebih maju.

Sementara, Panitia Ujian Nasional Provinsi Papua, mengatakan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA/ Madrasah Aliah dan SMK di Provinsi Papua berjalan lancar, meskipun terjadi gangguan jaringan internet sejak Jumat, 6 April 2018.

Ketua Panitia UN Provinsi Papua Yulianus Kuayo kepada Antara di Jayapura mengatakan selama 9-12 April 2018 pelaksanaan UNBK tingkat SMA/ MA dan SMK di semua kabupaten dan kota Papua terpantau baik.

"Kami sudah berkoordinasi dengan PT Telkom untuk mem-backup jaringan internet selama pelaksanaan UNBK," katanya.

Yulianus mengakui di beberapa sekolah peserta ujian sempat mengalami keterlambatan, namun tidak ada yang sampai ditunda pelaksanaannya.

"Meskipun demikian, pada beberapa sekolah di Kota Jayapura sampai ada yang harus memberikan tiga bagian waktu ujian dalam sehari," ujarnya.

Dia menjelaskan pembagian waktu ujian menjadi tiga bagian karena keterbatasan sarana dan ada beberapa sekolah yang menumpang pada sekolah lain yang fasilitas komputernya lebih lengkap.

"Untuk peserta UNBK tingkat SMA/MA dan SMK berjumlah 8.318 siswa tersebar di 117 sekolah untuk SMA/MA, serta 78 SMK," katanya.

Dia menambahkan belum ada laporan terkait peserta yang mengundurkan diri dalam melaksanakan ujian maupun kendala lainnya yang akhirnya membuat pelaksanaan UN terganggu. (*)

loading...

Sebelumnya

Lembaga adat mengurus manusia, bukan tanah

Selanjutnya

Ketika Bupati Merauke janji eksport beras Merauke ke sejumlah negara

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe