Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Saireri
  3. Tak ada lagi Burung Cenderawasih di Taman Burung Biak
  • Rabu, 09 November 2016 — 05:47
  • 992x views

Tak ada lagi Burung Cenderawasih di Taman Burung Biak

“Pada awal 2016 sisa satu ekor. Tapi yang sisa satu itupun dimakan oleh Soa-soa. Jadi kami (di taman burung dan anggrek Biak) sudah tidak ada burung Cenderawasih lagi,” jelas mama Mirino kepada Jubi ketika mengunjungi taman burung dan anggrek di kampung Ruar, Distrik Biak, Biak Numfor, Sabtu, (5/11/2016) lalu.
Sebuah pesan moral yang terpampang di pintu masuk taman burung dan anggrek Biak Numfor – Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Sebuah tulisan ‘Jangan tangkap kami. Biarkan kami bebas dan berkembangbiak, karena kami adalah kebanggaan kami’ yang terpampang di pintu masuk sebelah kiri taman burung dan anggrek Kabupaten Biak Numfor, kini hanya pesan moral belaka. Pasalnya, burung Cenderawasih yang dikelola di taman burung dan anggrek itu kini tak ada. Padahal hingga akhir tahun 2015 tercatat terdapat 22 ekor burung Cenderawasih di sana.

Petugas taman burung dan anggrek Kabupaten Biak Numfor, mama Mirino mengatakan, hilangnya burung dari taman Anggrek tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, yakni termakan usia hingga mati dan terbang melarikan diri ke alam bebas.

“Pada awal 2016 sisa satu ekor. Tapi yang sisa satu itupun dimakan oleh Soa-soa. Jadi kami (di taman burung dan anggrek Biak) sudah tidak ada burung Cenderawasih lagi,” jelas mama Mirino kepada Jubi ketika mengunjungi taman burung dan anggrek di kampung Ruar, Distrik Biak, Biak Numfor, Sabtu, (5/11/2016) lalu.

Mirino bertutur, sangkarnya burung Cenderawasih rubuh sehingga binatang lain masuk dan memangsanya.

Saat ini terdapat 122 ekor burung dari 26 jenis spesies yang kini hidup di taman tersebut.

Lucky, salah satu pengunjung mengatakan areal taman burung dan anggrek Biak yang dibangun sejak 1991 oleh Dinas Kehutanan Provinsi Papua, memiliki luas keseluruhan 28 hektare itu perawatannya kurang baik.

“Kami punya harapan dengan adanya taman burung ini, burung bisa pelihara dan jaga baik, tapi kini akhirnya tak ada satu ekor Cenderwasihpun yang dipelihara di sini,” kata Lucky terheran mendengar penjelasan petugas taman.

Menurutnya, burung cenderawasih merupakan ikon Papua di ambang kepunahan sebab perubahan ekologi dan orientasi ekonomi membawa ancaman primer dan sekunder bagi hewan endemik Papua ini.

“Mengapa tidak mau jaga baik. Ini juga ancaman primer artinya kerusakan habitat. Sedangkan ancaman sekunder itu perburuan dan perdagangan secara besar-besaran dan terselubung. Sangat memprihatinkan,” paparnya.  (*)

loading...

Sebelumnya

Pasar malam semakin meresahkan warga Biak, Bupati disebut tipu masyarakat

Selanjutnya

Perebutan area tambang, dewan adat khawatir masyarakat dikorbankan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe