Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Harga semen di Jayawijaya naik saat layanan udara ditambah
  • Selasa, 17 April 2018 — 14:45
  • 430x views

Harga semen di Jayawijaya naik saat layanan udara ditambah

Tercatat program jembatan udara mendapat tambahan flight dari dua kali sepekan pada tahun 2017, menjadi tiga kali sepekan pada tahun ini.
Barang-barang yang dikirim dari Timika ke Wamena melalui program tol udara-Jubi/Dok UPBU Wamena
Islami Adisubrata
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Wamena, Jubi-Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jayawijaya, Semuel Munua, memastikan kenaikan harga semen ukuran 50 kilogram yang diangkut dalam program jembatan udara atau tol udara rute Timika-Wamena.

Tercatat program jembatan udara mendapat tambahan flight dari dua kali sepekan pada tahun 2017, menjadi tiga kali sepekan pada tahun ini.

“Tahun ini sekali flight bisa angkut semen 280 sak atau 14 ton, untuk harga sendiri tahun lalu Rp 385 ribu rupiah karena ongkos angkutnya 4.800, tahun ini ada kenaikan biaya angkut maskapai menjadi Rp 5 ribu,” kata Munua, kepada wartawan di kantor Bupati Jayawijaya, Selasa (17/4/2018).

Dari penghitungan kenaikan harga angkut itu menimbulkan kenaikan harga semen menjadi Rp 410 ribu per sak. Munua mengakui penerbangan jembatan udara Timika-Wamena mendapat subsidi dari pemerintah, namun kebijakan itu hanya bisa menekan 30 persen biaya angkut.

“Sedangkan kami mengharap bisa mencapai 50 persen, sehingga harga semen bisa turun menjadi Rp 300 ribu hingga Rp 350 ribu per sak,” kata Munua, menjelaskan.

Tercatat pemerintah telah menunjuk CV ABK dan PT Ninurwakur sebagai distributor program jembatan udara. Selain itu pemerintah mengutamakan bahan pokok ke distrik sedangkan sisanya disalurkan di kota.

Khusus semen tak bisa dibeli langsung dan memerlukan nota dari Pemda, pembeli semen harus mengajukan permohonan pembelian ini berbeda dengan bahan pokok yang bisa dibeli langsung masyarakat.

“Jika ada yang memohon 100 sak kita akan berikan bertahap tidak langsung 100 sak. Peruntukannya sendiri untuk pembangunan tempat ibadah, dan masyarakat yang membutuhkan dilihat dari kebutuhan,” katanya.

Sekretaris Daerah, Yohanes Walilo menyatakan semen subsidi melalui tol udara akan dimasukan terlebih dahulu ke gudang perusahaan yang ditunjuk, sedangkan pembeli diberi catatan dan dibayar sesuai harga subsidi.

“Contoh ada gereja yang ingin bangun butuh 200 sak semen, kita tidak berikan semuanya tetapi setengahnya dulu dan itu dibayar dengan harga subsidi,” kata Walilo.

Sedangkan semen yang  dijual untuk perorangan perlu ada kepastiannya kegunaan. (*)

loading...

Sebelumnya

Gangguan internet hambat laporan Pemkab Jayawijaya

Selanjutnya

Jayawijaya mengharap tak ada lagi kesulitan tiket

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Lembar Olahraga |— Minggu, 22 April 2018 WP | 8912x views
Berita Papua |— Jumat, 20 April 2018 WP | 3351x views
Pasifik |— Senin, 23 April 2018 WP | 2087x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe