Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Sekolah dibantu IASA mulai jalan Juli 2018
  • Selasa, 17 April 2018 — 15:27
  • 973x views

Sekolah dibantu IASA mulai jalan Juli 2018

Diaspora Indonesia di Amerika yang tergabung dalam Indonesia American Society Academics (IASA) akan memulai membantu beberapa sekolah di Papua, salah satunya SMA Adhi Luhur Nabire mulau Juli 2018.
Kepala SMA Adhi Luhur Nabire (kanan) bersama para profesor IASA di depan Asrama SMA Adhi luhur Nabire, Rabu, 11 April 2018. – Jubi/ Titus Ruban.
Titus Ruban
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Program sekolah berpola asrama bantuan Indonesia American Society Academics (IASA) yang akan diselenggarakan di sejumlah sekolah di Papua direncanakan akan dimulai Semester Ganjil Juli 2008.

Awalnya, IASA memprogramkan akan membantu sekolah berpola asrama di tiga kabupaten, yaitu Nabire, Jayapura dan Merauke. Namun hanya dua kabupaten yang bersedia, sedangkan Merauke dinyatakan belum siap.

Program yang dikhususkan bagi pelajar OAP (Orang Asli Papua) tersebut, hanya menyeleksi siswa yang sudah ada di asrama sekolah. Mereka dites untuk menyaring siswa yang mampu.

Program IASA adalah sekolah berasrama. Karena itu kedua sekolah yang dipilih adalah sekolah yang memiliki asrama. Siswa wajib masuk asrama karena mereka tidak hanya dididik di kelas, tetapi juga di luar kelas.

Pelajaran di luar kelas adalah pelajaran pilihan seperti kesenian, olahraga, dan pramuka. Kegiatan luar sekolah ini memanfaatkan jam tambahan untuk mengejar ketertinggalan.

“Persiapannya sudah cukup, baik dari sisi kurikulum maupun sarana,” kata Presiden IASA Profesor Herry Utomo kepada Jubi di Nabire, pekan lalu.

IASA sudah dua kali melakukan persiapan di lokasi dengan sekolah. Selain itu juga sosialisasi program dengan lembaga penyokong, Bappenas dan Kementerian Pendidikan.

“Dari segi legalitas dan komponen yang dilakukan ke depan, kita harus optimis,” kata professor berkebangsaan Amerika Serikat ini.

Program yang akan dilaksanakan, katanya, difokuskan untuk meningkatkan kemampuan siswa secara cepat dengan menggunakan Kurikulum K-13 sebagai dasar.

Nantinya, kata Herry, tatap muka akan dikurangi menjadi lebih interaktif di laboratorium, serta kegiatan sains park.

“Sehingga proses pembelajaran tidak hanya dari guru ke murid saja, tetapi melalui aktivitas hand on, praktikum dan juga kegiatan independen terpimpin. dengan perhitungan melalui sistem tabled yang akan dipandu dan diarahkan oleh tim IASA beserta tenaga ahli lain,” jelasnya

Ia menambahkan, Sains Park adalah sebuah konsep di mana terjadi pertukaran ide melalui siswa pada tabled atau jaringan komputer yang dihubungkan dengan guru. Lalu guru berhubungan dengan internet dan akan dipandu serta dibimbing IASA dari Amerika Serikat.

“Dengan menggunakan sistem tabled, maka modul-modul pembelajarannya bisa dilakukan secara efisien, sehingga sesuai dengan kemampuan dan minat para siswanya,” katanya.

Sistem tabled ini memungkinkan untuk mengavaluasi atau memprofil kemampuan dan kemajuan anak didik, sehingga masing-masing dapat diketahui, sejauh mana tingkat kemajuannya.

Jika sudah maju, akan ada program dan modul yang menantang lagi bagi anak yang sudah mampu sekali pun.

“Lebih banyak kepada percepatan studi, bagi anak yang rata-rata sudah bisa memperdalam kemampuannya dengan membuat modul-modul setara dengan kemampuan mereka,” ujarnya.

Sementara, bagi yang kurang akan ada intervensi yang semuanya akan diketahui melalui program sistem tabled.

“Pembelajarannya lebih kepada kebutuhan anak, bukan di kelas dan menganggap kemampuan semua anak sama, ini lebih fokus kepada kemampuan anak, bila ada kemampuan anak yang kurang pada satu pelajaran maka kita bisa ubah hanya untuk pelajaran yang kurang,” katanya

Ketua IASA Edward Wanandi menambahkan, dari beberapa sekolah yang sedang dipersiapkan, SMA Adhi Luhur yang sangat siap.

“Program ini merupakan hal yang masih baru, namun dalam beberapa kali pertemuan dengan pihak sekolah, kami nyataan SMA Adhi Luhur yang sangat siap,” ujarnya

Menurut Wanandi, IASA tidak akan memberikan program lalu melepaskan begitu saja. Tetapi akan selalu mendampingi sekolah agar selalu berjalan dengan lancar.

“Kita tidak lepas mereka dan initinya kita minta semangat baik guru mupun siswanya,” katanya.

Bantuan yang akan dilakukan IASA adalah pemberian beberapa fasilitas, seperti tablet, komputer, dan program-program IASA. Selain itu, karena sekolah berpola asrama maka harus ada beberapa fasilitas pendukung yang akan ditingkatkan, terutama alat-alat untuk pembelajaran.

Kepala SMA YPPK Adhi Luhur Nabire Romo Tito Aria Prabantara mengatakan, sangat mendukung dan siap menyuseskan program IASA. Itu dilakukan agar pola pendidikan di Tanah Papua bisa berubah ke arah yang lebih baik lagi.

“Awal tahun ajaran nanti program IASA sudah berjalan di sekolah,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

SD Muliama dibakar, Kepsek: Pemda tolong segera bangun kelas

Selanjutnya

Perwakilan guru SMA/SMK: Janjinya April, sama sekali kami belum terima gaji

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe