Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Festival Seni tahunan Kepulauan Mariana pekan depan
  • Jumat, 20 April 2018 — 20:32
  • 697x views

Festival Seni tahunan Kepulauan Mariana pekan depan

Hunter menjelaskan bahwa “dalam festival ini akan ada pertunjukan budaya, pameran seni, berbagai permainan, dan perjalanan singkat menggunakan kano tradisional secara cuma-cuma.”
Pertunjukkan tarian tradisional suku pribumi Kepulauan Mariana, Suku Chamorro,  menghibur pengunjung pada hari terakhir Festival Seni Flame Tree ke-36 tahun lalu. - Saipan Tribune
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:14 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:38 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:47 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Saipan, Jubi - Sekretaris Departemen Kebudayaan dan Urusan Masyarakat (Department of Cultural and Community Affairs; DCCA) Persemakmuran Kepulauan Mariana Utara, Robert Hunter mengatakan bahwa Festival Seni tahunan Flame Tree yang ke-37, akan dimulai dengan dedikasi untuk rumah kano tradisional negara itu yang terletak di Civic Center pada Kamis, 26 April 2018.

Festival seni tertua dan terbesar di Kepulauan Mariana Utara itu akan berlangsung hingga 29 April, dan menampilkan beragam seniman lokal dan regional Pasifik. Bunga Flame Tree atau flamboyan merupakan lambang negara perserikatan itu.

Hunter menjelaskan bahwa “dalam festival ini akan ada pertunjukan budaya, pameran seni, berbagai permainan, dan perjalanan singkat menggunakan kano tradisional secara cuma-cuma.”

DCCA dan Dewan Kesenian Mariana, tambahnya, sedang berupaya keras untuk mengembalikan Festival Seni Flame Tree ini kembali kepada kejayaannya dahulu kala. ”Dulunya festival ini merupakan kegiatan seni tahunan terbesar di daerah Mikronesia hingga masa kelam dimana kita mengalami kesulitan ekonomi.”

Beberapa tahun yang lalu, Hunter mengungkapkan, asosiasi operator pariwisata Mariana, Marianas Visiting Authority,  memberikan pendanaan untuk menunda jadwal festival ini ke bulan Juni, namun mereka tidak berhasil menarik partisipasi meluas dari masyarakat lokal dan regional. “Festival itu tidak banyak menarik turis, semua guru dan sekolah sedang dalam masa libur, dan tidak banyak pelajar yang berpatisipasi.”

Dia lalu mengatakan bahwa semua kelompok yang terlibat setuju, bahwa sebaiknya festival itu diadakan setiap tahun dalam minggu ketiga di bulan April.

Para pemangku kepentingan dalam industri pariwisata, juga menyarankan panitia penyelenggara untuk menetapkan jadwal reguler untuk mempermudah upaya promosinya.

“Sebenarnya festival ini diadakan untuk merayakan merekahnya bunga flame tree, yang mekar sempurnanya pada bulan Mei dan Juni.” (Marianas Variety)

loading...

Sebelumnya

Polinesia Prancis siap sambut pemilihan teritorial

Selanjutnya

Inggris akan buka pos diplomatik di tiga negara Pasifik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe