Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Film pendek TBC garapan siswa SMA
  • Sabtu, 21 April 2018 — 10:22
  • 1330x views

Film pendek TBC garapan siswa SMA

Siswa dari lima SMA di Kota Jayapura mendapatkan penghargaan nasional karena membuat film pendek berisi penyadaran penanggulangan penyakit Tuberculosis (TBC).
Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan dan SDM Annie Rumbiak menyerahkan penghargaan kepada perwakilan SMA yang meraih juara Lomba Film Pendek tentang TBC – Jubi/ Dok. P2KP
Roy Ratumakin
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

LIMA Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Jayapura telah menorehkan prestasi tingkat nasional pada lomba film pendek bertema edukasi penyakit Tuberculosis (TBC) yang diadakan dalam rangka memperingati Hari TB se-dunia pada 24 Maret 2018.

SMA YPPK Taruna Bhakti berhasil meraih Juara I tingkat nasional dengan film berjudul "Jangan Anggap Sepele TBC". Juara II diraih SMA Negeri 1 Jayapura dengan film berjudul "Gagal Karena Kelalaian".

Sedangkan tiga sekolah lainnya memperoleh juara favorit tingkat nasional, yaitu SMA Negeri 4 Jayapura dengan judul “I Need Them”, SMA Kristen Kalam Kudus Kota Jayapura berjudul “Lekas Mencegah”, dan SMA Yapis Dok V Kota Jayapura dengan judul "De Pu Nama Tu TBC".

Atas prestasi tersebut, kelima sekolah ini menerima penghargaaan pada acara Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Papua Tahun 2018 di Hotel Aston Jayapura, Rabu, 18 April 2018).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Papua drg. Aloysius Giyai dan Staf Ahli Gubernur Bidang SDM Johanna Rumbiak.

Kepala Unit Pelaksana Teknis AIDS, TB, dan Malaria (ATM), Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr. Beeri Wopari usai penyerahan penghargaan kepada kelima sekolah tersebut mengatakan salah satu upaya percepatan penurunan kasus TBC ialah melalui media informasi di mana sekolah menjadi salah satu sasaran penting.

"Salah satu penularan di tempat khusus adalah kelas sekolah dan itu sangat tinggi, karena itu kita melihat ini sasaran yang sangat baik bagi upaya promosi dan pencegahan TBC," katanya.

Kata Beeri, ada hari TBC se-dunia 24 Maret 2018, Kementerian Kesehatan RI menggelar edukasi lomba film pendek tentang pencegahan dan penularan TBC. Menindaklanjuti surat dari Kemkenkes tersebut, pihaknya bekerja sama dengan KNCV/Challenge TB dan Dinas Pendidikan Kota Jayapura menggelar lomba film pendek dengan peserta seluruh SMA di Kota Jayapura.

"Tahap pertama yang dilakukan adalah siswa mengikuti seminar tentang edukasi TBC di sekolah, kemudian mereka diarahkan untuk membuat film pendek, kapasitas yang dimiliki adik-adik ini dalam penguasaan seni dan IT dimanfaatkan, jadi mereka membuat cerita dan di-back up oleh salah satu rumah produksi," ujarnya.

Menurut Beeri, penyakit TBC menjadi persoalan serius di Indonesia, terutama di Papua. Isu TBC menjadi salah satu tema penting yang dibahas pada Rakerkesnas di Jakarta dan Rakerkesda Papua kali ini untuk mencari solusi penanggulangan.

Ia mengatakan, kasus TBC di Indonesia tertinggi di Asia. Sedangkan di Papua yang tertinggi adalah Kota Jayapura dan Nabire. Proses penularan kuman BTA lewat udara sangat mudah, terutama bersin atau batuk.

“Makanya kasus kita di Papua banyak, sebab lain kenapa kita tinggi karena kita di Papua banyak kasus HIV di mana salah satu gejalah klinis dari HIV adalah TBC," katanya.

Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan dan SDM Annie Rumbiak mengapresiasi prestasi kelima sekolah dalam pembuatan film tentang TBC. Apresiasi yang sama disampaikan Annie kepada manajemen RSUD Jayapura dan RSUD Nabire yang berhasil meraih penghargaan sebagai rumah sakit terbaik dalam mengelola TBC tahun 2017.

Menurut Annie di tahun kelima ini, sudah banyak kemajuan yang telah dicapai dalam pembangunan bidang kesehatan di Provinsi Papua, seperti yang dibuktikan dengan beberapa penghargaan yang diberikan Kementerian Kesehatan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Papua seperti RSUD Dok II dan RSUD Nabire sebagai rumah sakit terbaik dalam mengelola pasien TBC pada 2017.

Selain itu, Dinas Kesehatan Mappi dalam pencapaian kabupaten dan kota yang most progressive dalam pengisian data set prioritas. Juga RSUD Abepura, RS Dian Harapan, dan RS Mathen Indey yang memperoleh sertifikat akreditasi tingkat paripurna (bintang lima) dan RSUD Merauke, RSUD Mimika, serta RSUD Biak memperoleh Sertifikat Akreditasi Tingkat Utama (bintang empat).

“Kita berharap prestasi ini terus dipertahankan dan ditingkatkan, upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Papua memang harus dilakukan dengan pendekatan secara menyeluruh dan berkelanjutan dari waktu ke waktu sampai terwujudnya masyarakat Papua yang sehat,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Penganan berbahan sagu butuh perhatian

Selanjutnya

Jangan pernah menyesal jadi imam (1)

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe