Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ibukota
  3. Pemkab Karawang berjanji pulangkan 187 petani
  • Rabu, 09 November 2016 — 12:01
  • 1263x views

Pemkab Karawang berjanji pulangkan 187 petani

Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat berjanji akan memulangkan 187 warga petani yang tidak berani kembali ke kampung halamannya dan kini terlantar di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta untuk mendapat pendampingan proses hukum.
Ilustrasi. Petani berjalan di pematang sawah. –tempo.co
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jakarta, Jubi - Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat berjanji akan memulangkan 187 warga petani yang tidak berani kembali ke kampung halamannya dan kini terlantar di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta untuk mendapat pendampingan proses hukum.

Ratusan warga yang berprofesi petani tersebut terpaksa mengungsi dan sudah sebulan menginap di LBH Jakarta pasca bentrokan yang terjadi di Desa Wanajaya, Kecamatan Teluk Jambe, Kabupaten Karawang, akibat sengketa lahan pertanian dengan PT Pertiwi Lestari.

"Jadi bagaimana dalam waktu yang sebelum seminggu ini, mereka harus kembali ke Karawang. Kami akan siapkan tempat (seperti) 'safe house' nanti sperti apa akan kita pikirkan," kata Asisten Pemerintahan Setda Kabupaten Karawang, Samsuri di LBH Jakarta, Rabu (9/11/2016).

Samsuri mengatakan bahwa saat ini Pemkab Karawang sudah melakukan mediasi dengan berbagai pihak selain dengan LBH, seperti Serikat Tani Nasional (STN), Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) serta satgas perlindungan anak.

Menurut rencana, pada 10 November mendatang, Pemkab Karawang akan mengundang lembaga tersebut bersama dengan perwakilan petani untuk mempersiapkan relokasi dan kepastian status lahan yang disengketakan.

Samsuri menambahkan bahwa jaminan keamanan warga setelah perseteruan dengan pihak perusahaan setelah mereka kembali ke kampung halaman juga akan dibicarakan pada rapat bersama Bupati Karawang.

"Makanya tanggal 10 besok, kami mengundang tim kecil ini nanti akan berdialog dengan kami dengan Muspida (musyawarah pimpinan daerah) Karawang. Jaminan keamanan seperti apa yang diinginkan mereka," ujar Samsuri.

Namun demikian, ia menambahkan bahwa ratusan petani dan keluarganya yang kini tersebar di LBH Jakarta, Kontras dan Kantor STN, tersebut tidak akan kembali ke rumah mereka dahulu, melainkan ke tempat penampungan "safe house" yang berlokasi di sejumlah titik.

Bentrokan yang terjadi di Teluk Jambe akibat sengketa lahan antara PT Pertiwi Lestari dengan masyarakat pada 12 Oktober 2016 membuat puluhan warga ditangkap oleh aparat karena diduga menjadi provokator. (*)

loading...

Sebelumnya

Kereta bandara Soekarno-Hatta berangkat tiap 15 menit

Selanjutnya

Presiden pastikan TNI Polri loyal pada negara

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe