Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Inggris akan buka pos diplomatik di tiga negara Pasifik
  • Senin, 23 April 2018 — 09:51
  • 574x views

Inggris akan buka pos diplomatik di tiga negara Pasifik

Berbicara di hadapan Pertemuan Kepala Pemerintahan Persemakmuran, Commonwealth Heads of Government Meeting 2018, di London, Johnson menghubungkan pengumuman itu dengan transisi keluarnya Inggris dari Uni Eropa.
Menteri Luar Negeri Vanuatu, Ralph Regenvanu, berpose dengan Menteri Utama Negara Yang Mulia untuk Urusan Luar Negeri dan Persemakmuran Kerajaan Britania Raya, Boris Johnson - RNZI/ Twitter/Ralph Regenvanu
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:14 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:38 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:47 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

London, Jubi - Kerajaan Britania Raya akan membuka sejumlah pos diplomatik baru di Vanuatu, Samoa, dan Tonga.

Pembukaan tiga pos baru di sepanjang Pasifik ini, termasuk dalam keputusan Inggris untuk membuka sembilan pos baru di negara-negara Persemakmuran, sebagai bagian dari perluasan jaringan luar negeri Inggris yang diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson.

Berbicara di hadapan Pertemuan Kepala Pemerintahan Persemakmuran, Commonwealth Heads of Government Meeting 2018, di London, Johnson menghubungkan pengumuman itu dengan transisi keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Johnson menuturkan bahwa sembilan pos diplomatik baru itu akan dibuka di wilayah-wilayah yang memiliki “potensi dan peluang besar pasca-Brexit untuk bisnis-bisnis Inggris”.

Sebuah pernyataan dari Pemerintah Kerajaan Britania Raya mengatakan bahwa perluasan jaringan dilakukan agar menempatkan Inggris dalam posisi strategis untuk meningkatkan kerja sama militer, mendorong perdagangan, dan memberikan berbagai layanan kepada kelompok kelas menengah di negara berkembang.

Pengumuman ini memicu pernyataan Perdana Menteri Tonga, Akilisi Pohiva, kemarin yang menggambarkan keterlibatan kembali Inggris dengan Pasifik, sebagai berita yang membahagiakan untuk Tonga.

Pembukaan pos-pos ini menyusul pembentukan aliansi baru, Commonwealth Clean Oceans Alliance, di bawah kepemimpinan Inggris dan Vanuatu yang bertujuan memerangi polusi sampah, dan produk plastik di Samudra Pasifik dan lautan bebas lainnya.

Pemerintah Inggris telah menjanjikan AS $88 Juta untuk pembentukkan dan pembukaan Commonwealth Clean Oceans Alliance. (RNZI)

loading...

Sebelumnya

Festival Seni tahunan Kepulauan Mariana pekan depan

Selanjutnya

Asosiasi Orang Tuli Kepulauan Solomon resmi terdaftar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe