Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pengalaman
  3. Yohanes Walilo, Menambang Pasir untuk Membiayai Kuliah Anak
  • Jumat, 16 September 2016 — 14:52
  • 1650x views

Yohanes Walilo, Menambang Pasir untuk Membiayai Kuliah Anak

Pria asal Wamena ini mengaku bekerja seorang diri. Ia mampu mengumpulkan 15 meter kubik (m3) atau satu rit untuk truk dalam waktu 3-4 hari, sebelum dijemput pembelinya.
Yohanes Walilo mengumpulkan pasir di pinggir jalan, Kali STM Kotaraja Luar, Jumat (2/9/2016). – Jubi/Agus Pabika
Agus Pabika
Editor : Victor Mambor
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Menambang pasir sudah menjadi profesi bagi Yohanes Walilo, pria 52 tahun ini. Selama tiga tahun terakhir, ia menghabiskan waktunya di kali STM Kotaraja Luar untuk mengumpulkan pasir dan dijual kepada pembelinya.

Ia mengaku, dengan menjual pasir hasil tambangnya, ia mampu menghidupi kebutuhan keluarga serta membiayai kebutuhan kuliah tiga anaknya.

Pria asal Wamena ini mengaku bekerja seorang diri. Ia mampu mengumpulkan 15 meter kubik (m3) atau satu rit untuk truk dalam waktu 3-4 hari, sebelum dijemput pembelinya.

Ia juga biasa mengumpulkan pasir menggunakan karung beras berukuran 15 dan 20 kg.

“Satu rit harga Rp500-700 ribu. Dan, untuk pasir dalam karung harga Rp30-50 ribu,” kata Yohanes saat ditemui Jubi disela-sela aktivitas nambangnya di Kali STM Kotaraja Luar, Jumat (2/9/2016).

Yohanes mengatakan tumpukan pasir ia kumpulkan di pinggiran jalan untuk memudahkan pembeli saat akan mengangkut ke dalam truk atau mobil pick up.

“Biasanya saya hanya kumpul dan jual pasir di pinggir jalan. Jadi, pembeli yang datang dengan kendaraannya sendiri,” ujarnya, yang mengaku mempunyai pelanggan baik pasir dalam bentuk rit maupun karung.

Yohanes menuturkan, sudah tiga tahun menekuni profesi sebagai penambang pasir. Namun pekerjaan tersebut hanya dilakukannya pada waktu-waktu tertentu.

“Saya di sini antara pagi dan menjelang sore hari saja,” ucapnya. “Kami yang mengumpulkan pasir di sini banyak dari depan kompleks perumahan DPRD lama di Kotaraja.”

Ia mempunyai tiga anak, yang terdiri dari dia putra dan seorang putri.  “Semua sudah kuliah,” ujar pria yang hanya menamatkan studi dibangku sekolah dasar di Wamena itu.

Dalam seminggu, Yohanes mampu menghasilkan Rp1,5-2 juta. Namun, keberuntungan itu tidak selalu ada.

“Kadang juga tidak laku pasirnya. Tapi syukur, saat ini banyak laku karena mereka beli untuk campuran pondosi dan bangun rumah,” ujarnya.

Dalam memenuhi biaya kebutuhan sehari-hari keluarganya, Yohanes mengaku dibantu sang istri.

“Kalau mama biasa berjualan sayur, ubi, dan pinang di Pasar Youtefa,” terangnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Jahit Sepatu Biayai Anak Hingga Sukses

Selanjutnya

Letinus Murib, menjadi Satpam dan mengojek demi biaya kuliah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe