Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Bahagia itu ada dimana-mana (Bagian Dua-Tamat)
  • Selasa, 24 April 2018 — 16:29
  • 852x views

Bahagia itu ada dimana-mana (Bagian Dua-Tamat)

Ungkapan hati ketiga imam itu, ‘mengocok perut’ ribuan umat. Betapa tidak, rangkaian kalimat yang disampaikan bak syair pujangga dengan penuh makna diselingi lelucon.
Tiga imam baru yang telah ditahbiskan oleh Uskup Agung Merauke, Mgr, Nicolaus Adi Seputra MSC. Mereka adalah Samuel Yanem, MSC (kiri), Maximilian Boas Pegan, Pr (tengah)  serta Fransiskus Dionisius Luan, Pr (kanan) – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Angela Flassy
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

MISA pentahbisan tiga imam baru, Samuel Yanem, MSC, Maximilian Boas Pegan, Pr serta Fransiskus Dionisius Luon, Pr di Gereka St. Yoseph Bambu Pemali berlangsung kurang lebih lima jam.

Meskipun agak lama, namun ribuan umat Katolik yang memadati beberapa tenda,tetap setia mengikuti misa yang dipimpin Uskup Agung Merauke, Mgr. Nocolaus Adi Seputra, MSC hingga selesai.

Sebelum ramah tamah, acara didahului dengan sambutan-sambutan mulai dari Uskup, Bupati Merauke, Frederikus Gebze hingga tiga imam baru.

Ungkapan hati ketiga imam itu, ‘mengocok perut’ ribuan umat. Betapa tidak, rangkaian kalimat yang disampaikan bak syair pujangga dengan penuh makna diselingi lelucon.

Kesempatan pertama diberikan kepada Pastor Samuel Yanem, MSC. Pria kelahiran Mindiptanah, Kabupaten Boven Digoel itu mengatakan, jika ditanya bagaimana perasaannya setelah ditahbiskan, “Tentunya saya akan jawab, bahagianya di sini. Bukan sakitnya di sini,” katanya membuka pembicaraan dan langsung disambut gelak tawa ribuan umat.

"Saya tak mampu mengungkapkan rasa kebahagiaan hari ini, setelah resmi ditahbiskan oleh Bapak Uskup Agung Merauke, Nicolaus Adi Seputra, MSC menjadi imam,” katanya.

“Terimakasih kepada Hati Kudus Yesus yang telah memilih saya menjadi Imam. Dengan demikian, ketaatan mutlak akan saya jalani,” katanya.

Pastor Samuel mengatakan, dirinya adalam imam MSC. “Kami ini imam Misionaris Segala Cuaca (MSC),” ujarnya memplesetkan singkatan itu hingga kembali membuat umat tertawa.

Lanjut dia, kemanapun bertugas dan ia akan bertanggung jawab melakukan pelayanan.

Dia juga meminta semua umat melihat mereka. “Perlu saya berikan sedikit catatan bahwa peran sebagai selebriti itu banyak, namun sebagai seorang selebran sangatlah kurang,” ujarnya.

Sementara Pastor Fransiskus Dionisius Luan, Pr dalam kesempatan itu mengatakan, jika Pastor Samuel mengatakan, bahagia ada disini, namun baginya bahagia ada dimana-mana.

“Kenapa saya katakan demikian, karena ketika mendapatkan kepercayaan dari bapak Uskup untuk bertugas di Paroki Bamo-Kimaam, saya merasa sangat bahagia,” katanya.

Pastor Fransiskus  berpesan kepada kaum muda Katolik, tak perlu memiliki motor bagus, baju bermerk dan lain-lain. “Cukup dengan mengenakan jubah, lu su kren bro,” ungkapnya sambil disambut teriakan dan tepuk tangan anak muda di bawah tenda.

Kami bukan power rangers

Ungkapan hati terakhir datang dari Pastor Maximilian Boas Pegan, Pr. “Saya bukanlah seorang sastrawan. Sehingga  nantinya yang diungkapkan, pasti biasa-biasa saja,” ujarnya merendah.

Dikatakan, sebelum ditahbiskan, ia berjalan menuju ke salah satu gereja Katolik di Kelapa Lima. Disana, terpampang tulisan di depannya yakni dunia berubah, kita pun terus berubah.

“Demikian pula kami bertiga, kami tumbuh dari kecil, besar dan kembali kecil lagi. Kami telah dibentuk, namun tak berubah seperti power rangers,” katanya.

“Kami tetaplah seperti sebuah bejana tanah liat. Dimana, bentuknya telah dilihat sendiri, namun bagaimanapun pasti retak,” tutur dia.

Pastor Max, panggilan akrabnya, menyampaikan terima kasih sedalam-dalamnya kepada semua umat yang telah memberikan dukungan kepada mereka, sehingga hari ini resmi ditahbiskan sebagai imam.

“Tak lupa saya berterimakasih kepada orangtua kami yang telah membimbing dan terus memperhatikan selama ini, hingga akhirnya ditahbiskan dan akan menjadi pelayan umat untuk selama-lamanya,” ungkapnya. 

Ketua Panitia pentahbisan, Frans Tutur P, dalam kesempatan tersebut mengatakan berbagai persiapan dilakukan selama beberapa minggu, hingga pentahbisan ketika imam dilangsungkan di Gereja St. Yoseph Bambu Pemali,21 April 2018.

“Atas nama panitia dan umat, saya berterima kasih karean Bapak Uskup telah memilih Gereja St. Yoseph Bampel untuk pentahbisan ketiga imam,” katanya.

Dia mengaku keterlibatan umat untuk menyukseskan pentahbisan, sangat tinggi. Berbagai dukungan diberikan, mulai dari tenaga, pikiran sampai dukungan dana serta lain-lain.

“Saya tak bisa menyebutkan satu persatu mereka yang telah berpartisipasi. Tetapi atas nama panitia, saya menyampaikan terimakasih banyak  kepada semua pihak,”  katanya.

Uskup Agung Merauke, Nicolaus Adi Seputra, MSC meminta kepada tiga imam yang telah ditahbiskan agar melaksanakan tugas pelayanan kepada umat dengan sebaik mungkin.

“Lalu kemanapun ditugaskan melayani umat, harus siap dan dijalankan dengan baik. Umat menunggu kalian  memberikan pelayanan,” pintanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Jangan pernah menyesal jadi imam (1)

Selanjutnya

Tiga bulan 27 pasien meninggal di RSUD Yahukimo

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe