Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Disambut pemrotes, Belanda diajak minta maaf pada rakyat Papua
  • Rabu, 09 November 2016 — 13:46
  • 2443x views

Disambut pemrotes, Belanda diajak minta maaf pada rakyat Papua

Disela-sela tur kedua keluarga kerajaan itu, seperti dilansir SBS News (2/11) seorang pemrotes menghampiri rombongan dan menuntut pertanganggung jawaban Belanda atas hak-hak rakyat Papua.
Kunjungan Raja dan Ratu Belanda, Willem-Alexander dan Maxima di salah satu monumen Perang Dunia II di Australia - Royal House of the Netherlands
Zely Ariane
Editor : Kyoshi Rasiey

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Kunjungan keluarga Kerajan Belanda ke Canberra, Australia untuk bertemu warga Australia keturunan Belanda, rupanya disambut oleh pemrotes West Papua.

Kedatangan Raja dan Ratu Belanda, Willem-Alexander dan Maxima, datang ke Ibukota Australia, Canberra, minggu lalu sebetulnya untuk temu muka dengan keluarga keturunan negeri tulip dan kincir angin tersebut.

Disela-sela tur kedua keluarga kerajaan itu, seperti dilansir SBS News (2/11) seorang pemrotes menghampiri rombongan dan menuntut pertanganggung jawaban Belanda atas hak-hak rakyat Papua.

Rombongan tersebut berkunjung ke Arsip Nasional Australia untuk melihat dokumen ribuan imigran Belanda yang datang ke Australia sesuai perjanjian migrasi 1951.  

Namun tur tersebut tidak berjalan semulus direncanakan. Raja dan Ratu Belanda itu bertemu para pemrotes yang beraksi di luar gedung Arsip Nasional untuk mengingatkan Belanda atas sejarah kolonialnya di West Papua.

“Yang mulia keluarga kerajaan, Raja dan Ratu, selamat datang di Australia!” ujar seorang pemrotes dari balik megaphonenya.

 “Nanti sepulang anda dari sini dan bertemu pemerintah anda, tolong anda desak mereka untuk meminta maaf pada rakyat West Papua,” tegas pemrotes tersebut.

Perdana Menteri Malcom Turnbull dan istrinya Lucy, serta Menteri Luar Negeri Julie Bishop dan juru bicara Tony Smith tampak bergaung dengan rombongan.(*) 

loading...

Sebelumnya

Menggerakan pelayanan Kristen, LPMI akan gelar Reaching Leaders

Selanjutnya

Oposisi sarankan Sogavare tak konfrontatif dengan Indonesia

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Rabu, 18 Juli 2018 WP | 4616x views
Nabire Membangun |— Selasa, 17 Juli 2018 WP | 4402x views
Dunia |— Minggu, 22 Juli 2018 WP | 4260x views
Jayapura Membangun |— Selasa, 17 Juli 2018 WP | 3527x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe