Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Ini sebabnya warga kota Jayapura pilih beras Koya daripada beras Merauke?
  • Rabu, 09 November 2016 — 14:09
  • 851x views

Ini sebabnya warga kota Jayapura pilih beras Koya daripada beras Merauke?

Menurutnya masyarakat di Kota Jayapura suka beras Merauke karena selain rasanya enak, tidak lembek, juga tidak mudah basi. Sedangkan beras Koya cap Angsa Putih yang berukuran 10 kilogram memiliki rasa yang enak dan bersih, hanya saja lembek dan mudah basi.
Haji Asri menunjukan beras yang didatangkan dari Kabupaten Merauke – Jubi/ Ramah
Ramah
Editor : Kyoshi Rasiey
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Pedagang beras di pasar tradisional Youtefa, Kota Jayapura, Papua ternyata lebih memilih menjual beras produksi Kabupaten Merauke daripada beras koya yang di produksi di Kota Jayapura.

Haji Asri, pemilik Toko Kemiri di pasar itu mengatakan, bila menjual beras Merauke banyak yang mencari. Sedangkan beras Koya, meski cukup banyak pedagang yang menjual, namun sangat jarang dicari pembeli.

Menurutnya masyarakat di Kota Jayapura suka beras Merauke karena selain rasanya enak, tidak lembek, juga tidak mudah basi. Sedangkan beras Koya cap Angsa Putih yang berukuran 10 kilogram memiliki rasa yang enak dan bersih, hanya saja lembek dan mudah basi.

"Beras dari Merauke warnanya bening dan bersih, rasanya enak dan tidak cepat basi, bahkan lebih laris lagi dari beras merek 99 dan beras Koya, beras Merauke itu mereknya Bulog, hanya saja didatangkan dari Merauke. Makanya disebut beras Merauke. Bulog premium banyak macamnya, ada bulog dari Probolinggo dan Jombang," ujar Ani kepada Jubi, Rabu (9/11/2016).

Beras Merauke juga disebut sebanding dengan harga jualnya. Misalnya ukuran 50 kilogram, harga pasarannya mencapai Rp440 ribu per karung, sedangkan dijual eceran Rp10.000 per kg. Beras Koya dijual hanya Rp120 per karung.

"Beras Merauke langsung didatangkan oleh pengimpornya di Kota Jayapura, kalau beras Koya didatangkan langsung dari Koya, kurang laku bila dibandingkan dengan beras dari Merauke," ujar Asri.

Andi, pedagang beras di pasar itu juga mengatakan hal senada. Menurutnya, penjualan beras Koya tidak seberapa lakunya, paling 2 atau 3 karung dalam sehari. Sedangkan beras Merauke dalam sehari ia bisa menjual 10 karung.

"Peminatnya banyak beras Merauke, saya ambil beras Merauke dari beras jatah pegawai yang ditawarkan kepada saya, saya berharap beras dari Koya ini lebih banyak diminati warga," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

40 peserta kwarda Kota Jayapura ikuti Raimuna V di Keerom

Selanjutnya

Orangtua diminta batasi jajanan anaknya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6087x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5702x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3763x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe