Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Penyanderaan di Mimika, Mamoyao: Jangan asal tuduh
  • Kamis, 26 April 2018 — 18:27
  • 1747x views

Penyanderaan di Mimika, Mamoyao: Jangan asal tuduh

Wanita Suku Kamoro, salah satu suku asli Mimika ini tak yakin pelaku adalah kelompok bersenjata di wilayah itu atau disebut aparat keamanan dengan tuduhan sebagai kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Legislator Papua, Mathea Mamoyao - Jubi/Arjuna
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:14 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:38 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:47 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Legislator Papua dari daerah pemilihan Mimika dan sekitarnya, Mathea Mamoyao mengingatkan berbagai pihak tidak asal menuduh kelompok tertentu dalam insiden penyanderaan dan pemerkosaan guru di Kampung Aroanop, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika yang terjadi pekan lalu.

Ia mengatakan, tak ada dasar untuk menuduh kelompok tertentu sebagai aktor di balik aksi itu, lantaran pelaku belum ditangkap.

Wanita Suku Kamoro, salah satu suku asli Mimika ini tak yakin pelaku adalah kelompok bersenjata di wilayah itu atau disebut aparat keamanan dengan tuduhan sebagai kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Saya tidak yakin mereka pelakunya. Saya baru dari Timika. Selama dua hari di sana, saya mencari informasi terkait aksi OTK ini. Warga mengatakan, pelaku bercadar (bertopeng). Bagaimana mungkin mengenali mereka," tegas Mathea Mamoyao, Kamis (26/4/2018).

Meski tak tahu siapa di balik ini, namun ia menduga kejadian itu tidak murni. Sengaja diciptakan, mengingatkan kini jelang pelaksanaan pilkada Mimika dan pilgub Papua.

"Saya tidak yakin itu dilakukan oleh kelompok bersenjata. Bukan kah area itu dijaga ketat aparat keamanan. Jadi ini seakan sengaja diciptakan kemudian mengatasnamakan kelompok. Ini tak masuk akal. Ada apa di balik itu," ujarnya.

Ia mengingatkan pemerintah daerah dan aparat keamanan tak mengabaikan jika ada kejadian di daerah, khususnya Mimika, kalaupun itu hal sepele karena dikhawatirkan sewaktu-waktu akan ada konflik besar. 

"Kepolisian harus segera menanganinya, karena pilkada tujuh kabupaten dan pilgub semakin dekat. Jangan sampai terjadi sesuai yang dapat menghambat agenda nasional," ucapnya.

Anggota Komisi I DPR Papua bidang politik, hukum, HAM dan pemerintahan, juga mengingatkan pihak terkait tidak mengabaikan jika ada masalah di daerah, sekecil apa pun itu.

Ia khawatir, jika hal itu dibiarkan akan berpotensi menggangu tahapan atau pelaksanaan pilgub Papua.

"Saya pikir sekecil apa pun masalah di daerah, harus segera disikapi," kata Wanimbo. (*) 

loading...

Sebelumnya

Sengkarut di Pegubin bukan politik, tapi soal kerja Bupati

Selanjutnya

Warga Mugi-Werima, jangan nodai persaudaraan dengan konflik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe