Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Warga Mugi-Werima, jangan nodai persaudaraan dengan konflik
  • Kamis, 26 April 2018 — 20:10
  • 2676x views

Warga Mugi-Werima, jangan nodai persaudaraan dengan konflik

"Bukan perang suku, karena mereka ini masih ada hubungan kekerabatan. Yang terakhir ini sudah hampir satu tahun," kata Siep, Kamis (26/4/2018).
Legislator Papua, Lazarus Siep - Jubi/Arjuna.
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Legislator Papua dari daerah pemilihan Yahukimo, Yalimo dan Pegunungan Bintang, Lazarus Siep mengingatkan warga Distrik Werima dan Distrik Mugi, Kabupaten Yahukimo yang kini dalam proses perdamaian pasca konflik selama beberapa bulan terakhir, tidak lagi menodai persaudaran di antara mereka dengan konflik.

Ia mengatakan, secara hubungan kekerabatan, warga kedua distrik masih bersaudara. Hanya saja selama ini bentrok kedua kubu beberapa kali terjadi. Terkadang pemicunya adalah hal sepele.

"Bukan perang suku, karena mereka ini masih ada hubungan kekerabatan. Yang terakhir ini sudah hampir satu tahun," kata Siep, Kamis (26/4/2018).

Ia mendukung upaya Pemkab Yahukimo dan Polres setempat yang kini berupaya mendamaikan kedua kubu. Katanya, sebagai anak dari daerah kedua kelompok yang bertikai, Siep berharap perdamaian antara masyarakat Werima dan Mugi segera terwujud.

"Tidak boleh lagi terjadi karena nyawa dan kerugian materi menjadi taruhannya. Namun jangan selalu mengutamakan uang dalam perdamaian, karena itu bukan solusi," ucapnya.

Menurutnya, solusinya yang tepat adalah kesadaran kedua pihak. Jika masyarakat kedua kubu belum menyadari pentingnya hidup damai, apa pun upaya yang dilakukan akan sia-sia. 

Ia juga menyarankan pemkab dan polisi dalam tahapan upaya perdamaian, terlebih dahulu mendekati para kepala suku atau pimpinan perang dari kedua kubu. Pihak ini yang dinilai mempunyai pengaruh dan apa pun perintahnya akan diikuti masyarakatnya.

"Pendekatan dan menyadarkan masyarakat itu penting. Konflik tidak ada dampak baiknya. Justru akan membuat masyarakat tidak damai dan pembangunan tak maksimal," ujarnya. 

Kapolres Yahukimo, AKBP Angling Guntoro mengatakan, sudah mengumpulkan kedua kubu yang bertikai, khususnya kepala suku untuk pelaksanaan kesepakatan perdamaian.

Perdamaian rencananya dilaksanakan pekan ketiga, Mei 2018 di Heteng, yang merupakan perbatasan antara dua distrik.

"Bagaimana mekanisme penyelesaiannya, akan ditentukan nanti. Tinggal tanggal yang akan kami komunikasikan dengan bupati," kata AKBP Angling Guntoro. (*) 


 

loading...

Sebelumnya

Penyanderaan di Mimika, Mamoyao: Jangan asal tuduh

Selanjutnya

Gobay kritik cara negara menguasai tanah adat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat