Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Kunjungan diplomat Kepulauan Solomon ke West Papua dikritik rakyatnya sendiri
  • Kamis, 26 April 2018 — 22:32
  • 6069x views

Kunjungan diplomat Kepulauan Solomon ke West Papua dikritik rakyatnya sendiri

"Itu faktanya. Kami sedih dengan perilaku orang-orang seperti ini. Kehadiran mereka dalam senyuman Indonesia bernoda darah adalah luka yang kami tanggung bersama rakyat West Papua," lanjut Faisi.
Para diplomat Kepulauan Solomon yang berkunjung ke West Papua saat tiba di Bandara Sentani, Selasa (24/4/2018) - Dok. Jubi
Victor Mambor
Editor :
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Solidaritas Kepulauan Solomon untuk West Papua menyampaikan permintaan maaf pada rakyat West Papua, terutama kepada United Liberation Movement for West Papua (ULMWP_ atas kunjungan diam-diam yang dilakukan oleh sejumlah diplomat Kepulauan Solomon, 24-25 April 2018.

"Rakyat Kepulauan Solomon telah menjadi pendukung sejati gerakan solidaritas untuk West Papua sejak pembentukannya hingga hari ini dibawah Gereja Anglikan Melanesia," ungkap Samson Faisi, juru bicara solidaritas kepada Jubi melalui rilis pers yang diterima Jubi, Kamis (26/4/2018).

Diungkapkan oleh Samson Faisi, diplomat Kepulauan Solomon yang datang ke Papua secara diam-diam tersebut tidak pernah mendapatkan dukungan rakyat Kepulauan Solomon.

"Itu faktanya. Kami sedih dengan perilaku orang-orang seperti ini. Kehadiran mereka dalam senyuman Indonesia bernoda darah adalah luka yang kami tanggung bersama rakyat West Papua," lanjut Faisi.

Kunjungan yang dipimpin oleh Duta Besar Kepulauan Solomon untuk Indonesia, HE Salana Kalu ke Papua ini, ia dilakukan setelah pertemuan dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto di Jakarta, Senin (23/4/2018).

Pemerintah Indonesia mengundang para diplomat Kepulauan Solomon ini untuk melihat dari dekat apa yang dibangun pemerintah Indonesia di Papua. Kunjungan selama dua hari ini diisi dengan kunjungan ke beberapa prpyek infrastruktur seperti Jembatan Holtekamp dan Stadion Papua Bangkit.

Namun kunjungan ini mengundang kritik banyak pihak karena dilakukan secara diam-diam dan tidak memberikan kesempatan kepada kelompok masyarakat sipil untuk bertemu dengan para diplomat negara yang memberikan dukungan kuat pada perjuangan pembebasan West Papua yang digulirkan oleh ULMWP.

"Kami tidak diberitahukan secara resmi oleh pemerintah Solomon atau oleh delegasi yang datang," ujar kepala kantor sekretariat Kordinasi ULMWP di West Papua, Markus Haluk kepada Jubi menanggapi kedatangan para diplomat Kepulauan Solomom tersebut. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemprov Papua siap berdialog dengan ULMWP dan KNPB

Selanjutnya

KNPB : Dialog dan propaganda Indonesia sudah kami buang jauh-jauh

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe