Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Ibu-Ibu PKK Jayapura diajarkan cara menenun
  • Kamis, 10 November 2016 — 08:53
  • 604x views

Ibu-Ibu PKK Jayapura diajarkan cara menenun

“Jangan di Papua hanya ada anyam-anyaman dari kulit kayu dan ikat-ikatan saja, tapi juga harus ada tenun motif Papua. Jangan hanya di Ambon dan Maluku saja, Papua juga harus ada (menenun),” katanya di Sentani, Jayapura, Rabu (9/11/2016).
Pelatihan penenun ibu-ibu PKK Kabupaten Jayapura – Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Sentani, Jubi – Ibu-ibu PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) Kabupaten Jayapura diajarkan cara menenun oleh salah seorang penenun asal Tanimbar, Maluku Tenggara Barat, Sences Rafia Liur.

“Jangan di Papua hanya ada anyam-anyaman dari kulit kayu dan ikat-ikatan saja, tapi juga harus ada tenun motif Papua. Jangan hanya di Ambon dan Maluku saja, Papua juga harus ada (menenun),” katanya di Sentani, Jayapura, Rabu (9/11/2016).

Pelatihan menenun ini dilakukan di Distrik Sentani Barat, Sentani Timur,  Sentani Kota, Kemtuk, Kaure, Demta, Depapre, Yokari dan Nafirirara.

“Kami sudah mengajarkan cara menenun ini sudah dua bulan, dengan alat-alat yang ada dan benang-benang yang ada, untuk alatnya kami bawa contoh dari Maluku dan kami bawa contoh ke mebel untuk membuatnya,” katanya.

Selama pelatihan menenun dua bulan ini beberapa helai selendang dibuat. Selain itu ada taplak meja.

Menurut dia sekitar sepuluh peserta antusias mengikuti pelatihan tersebut.

“Menenun tidak membutuhkan waktu yang lama, hanya dua hari kakau mau membuat selendang,” katanya.

Perwakilan PKK Jayapura dari Distrik Demta, Melan Mangaprou mengaku senang sebab bisa belajar budaya orang Maluku melalui menenun.

“Tenun ini hal baru buat kita masyarakat Papua. Awalnya memang sangat susah, apalagi kita orang Papua ini agak kasar dan untuk menenun ini membutuhkan orang yang sangat sabar dan halus untuk menenun. Kalau benang putus itu kita harus cari dia punya urat sampai dapat,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

RSUD Yowari butuh perhatian serius

Selanjutnya

Pemkab Jayapura launching film dokumenter Marthen Indey

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe