TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Raja Ampat luncurkan modul mulok pendidikan lingkungan hidup
  • Jumat, 04 Mei 2018 — 19:15
  • 951x views

Raja Ampat luncurkan modul mulok pendidikan lingkungan hidup

"Modul pendidikan lingkungan hidup untuk siswa kelas VI SD ini merupakan pengembangan dari modul pendidikan lingkungan hidup untuk kelas IV dan V yang diluncurkan pada tahun 2016 lalu," ujar Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati.
Ilustrasi, sebuah kampung nelayan di Pulau Misool, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat – Dok. Jubi
ANTARA
[email protected]
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Waisai, Jubi - Pemerintah Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat meluncurkan modul muatan lokal (mulok) pendidikan lingkungan hidup tentang perubahan iklim dan pariwisata untuk siswa Sekolah Dasar.

Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, di Waisai, Jumat (4/5/2018), mengatakan modul muatan lokal pendidikan lingkungan hidup tersebut untuk siswa kelas VI SD di wilayah Kabupaten Raja Ampat.

Dia mengatakan modul itu dikembangkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Raja Ampat, Dinas Pariwisata, Dinas Kelautan dan Perikanan, yang didukung The Nature Conservancy (TNC).

"Modul pendidikan lingkungan hidup untuk siswa kelas VI SD ini merupakan pengembangan dari modul pendidikan lingkungan hidup untuk kelas IV dan V yang diluncurkan pada tahun 2016 lalu," ujarnya.

Dia menjelaskan sesuai dengan data di Kabupaten Raja Ampat terdapat 75 persen jenis terumbu karang di dunia atau 553 jenis terumbu karang dan lebih dari 1.000 jenis ikan karang.

Perairan Raja Ampat menyediakan sumber kehidupan dan mata pencaharian bagi lebih dari 70.000 penduduk.

Selain keanekaragaman hayati bawah lautnya, kata dia, Kepulauan Raja Ampat juga menyimpan kekayaan darat yang luar biasa.

Hutan di Kepulauan Raja Ampat adalah rumah bagi beragam tumbuhan dan hewan yang unik dari jenis amfibi, reptil, mamalia, serta bermacam burung yang tidak dapat ditemukan di tempat lain.

Oleh karena itu, katanya, guna menjaga kelestarian lingkungan, sejak dini anak-anak Raja Ampat diajar menjaga lingkungan melalui pendidikan lingkungan hidup dengan memanfaatkan alam sebagai sumber belajar.

Dengan modul pendidikan lingkungan itu, katanya, anak-anak diajarkan melakukan analisa mengenai permasalahan lingkungan serta memahami tentang cara mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia secara baik dan berkelanjutan.

"Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Raja Ampat, Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Raja Ampat, The Nature Conservancy, serta seluruh tim penyusun modul pendidikan lingkungan hidup yang telah berupaya membuat model tersebut dengan harapan modul ini bermanfaat bagi anak didik dan dunia pendidikan di Kabupaten Raja Ampat," kata dia. (*)

loading...
Loading...

Sebelumnya

Satu napi Lapas Manokwari yang kabur menyerahkan diri di Kodim

Selanjutnya

Pemkab Manokwari tingkatkan layanan transportasi sekolah, gratis

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe