Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Meepago
  3. Kasus kekerasan terhadap jurnalis jubi, ini pernyataan Ketua KPU Deiyai
  • Senin, 07 Mei 2018 — 17:37
  • 2025x views

Kasus kekerasan terhadap jurnalis jubi, ini pernyataan Ketua KPU Deiyai

KPU baru tahu setelah diinformasikan melalui handphone kejadian pengeroyokan dan pemukulan yang diabadikan berupa video yang viral di sosial media.
Komisioner KPU Deiyai bersama pasangan calon usai debat kandidat putrana ke II di Guest House Nabire, Sabtu, (5/5/2018) – Jubi/Abeth You
Abeth You
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Nabire, Jubi – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Deiyai, Papua, Medex Pakage, mengaku kejadian yang menimpa wartawan Jubi, Abeth You dan seoarang warga bernama Mando Mote, diketahui sehari setelah keajdian, yakni pada Minggu, (6/5/2018).

“Kalau Polisi konfirmasi dengan kami di dalam ruangan itu akan lebih bagus supaya kami cari jalan, salah satunya ia card itu kami memberikan kepada masyarakat,” ujar Medex Pakage kepada Jubi per selularnya, Minggu malam.

Pakage mengatakan, dirinya ketahui setelah diinformasikan oleh temannya melalui handphone bahwa kejadian pengeroyokan dan pemukulan yang diabadikan berupa video itu viral di sosial media.

“Saya juga kaget tadi sore baru ada teman bilang bahwa kejadian saat debat kandidat itu sedang ramai di media online dan media sosial seperti facebook, twitter dan youtube,” ujar Pakage menambahkan.

Menurut dia, kekerasan oleh aparat  Kepolsian terhadap jurnalis dan warga masyarakat  saat debat kandidat calon kepala daerah itu tak akan terjadi jika Kepolisian berkoordinasi dengan KPU.

Sebagai penaggung jawab utama pada kegiatan itu Pakage menyatakan mohon maaf  para korban dan masyarakat Deiyai.

“Jujur saja bahwa saya mewakili lembaga KPU menyampaikan permohonan maaf.  Sebab  itu terjadi sungguh di luar dugaan kami,” ujar Pakage menjelaskan.

Menurut dia, Kepolisian tidak menyampaikan laporan peristiwa itu kepada KPU Deiyai. 

Ketua tim peduli alam dan rakyat Deiyai, Yull Atowa Mote, mengatakan pemukulan kepada Mando Mote dan kekerasan fisik terhadap jurnalis tabloidJubi.com, Abeth You, harus menjadi catatan penyelenggara debat kandidat. Menurut Mote lima komisioner KPU Deiyai harus bertangungjawab atas musibah yang terjadi itu.

“Alasannya apa masyarakat dibatasi masuk ke dalam halaman Guest House? Ini masyarakat harus tahu dan menyaksikan acara debat,” katanya.

Ia mempertanyakan alasan pemindahan debat kandidat dilakukan di Nabire yang berada di luar kabupaten. “Sedangkan Deiyai yang aman-aman saja ditinggalkan,” katanya. (*)   

loading...

Sebelumnya

KPU Deiyai gelar debat kandidat tahap dua

Selanjutnya

Dogiyai konsultasikan CPNS dan reformasi birokrasi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe