Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jawa
  3. SBMPTN berbasis android di Bandung diklaim aman
  • Rabu, 09 Mei 2018 — 14:55
  • 947x views

SBMPTN berbasis android di Bandung diklaim aman

Sisi pengamanan juga dilakukan secara konvensional atau menempatkan petugas pengawas di ruang ujian.
Ilustrasi. Pixabay.com (Creative Commmons)/Jubi
ANTARA
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Bandung, Jubi - Panitia Lokal (Panlok) 34 Bandung menjamin pelaksanaan ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 aman dari segala kecurangan.

Wakil Ketua Panlok 34 Bandung, Arry Bainus, mengatakan tingkat kebocoran maupun kecurangan dalam pelaksanaan SBMPTN berbasis android sangat kecil, mengingat terdapat beberapa prosedur ketat yang harus diikuti oleh para peserta.

"Sebelum masuk para peserta harus melepaskan SIM Card-nya, selain itu mereka juga harus memakai wifi akses poin terbatas tidak bisa menerima dari luar," ujar Arry di kampus ITB, Bandung, Selasa ( 8/5/2018).

Selama pengerjaan soal, kata dia, para peserta tidak bisa keluar dari aplikasi tersebut. Peserta baru bisa keluar dari aplikasi ketika seluruh soal sudah dikerjakan dan tersimpan dalam sistem.

"Terus setiap orang soalnya beda-beda, jadi bagaimana bisa menyontek," kata dia.

Ia mengatakan, peserta wajib mendaftarkan perangkatnya ke panitia sebelum pelaksanaan ujian. Panitia akan mengecek spesifikasi perangkat peserta yang harus memenuhi standar yang telah ditetapkan. Apabila perangkatnya dinyatakan lolos maka para peserta akan diberikan aplikasi yang berisi soal dan hanya bisa dibuka saat pelaksanaan ujian.

"Aplikasi ada di gadgetnya, ketika ujian dimulai aplikasi lain terputus (tidak bisa digunakan selain aplikasi SBMPTN) karena sistem dibuat seperti itu,"

Adapun perangkat android yang digunakan harus memiliki layar di atas 4.5 inci. OS Android KitKat atau antarmuka pemprograman aplikasi API 19, RAM 1.5 GB, resolusi 720 x 960 pixels, DPI (Kerapatan) 240, Protocol Wireless 802.11n/802.11ac, Free Internal Storage 200 MB, Free External Storage 100 MB, dan Free Memory 200 MB.

Sementara untuk tablet, menggunakan layar 7.0 inci, OS Android Kitkat API 19, RAM 1.5 GB, resolusi 600 x 800, DPI kerapatan 160, Protocol Wireless 802.11n/802.11ac, Free Memory 200 MB, Free Internal Storage 200 MB, Free External Storage 100 MB, dan Free Memory 200 MB.

Sisi pengamanan juga dilakukan secara konvensional atau menempatkan petugas pengawas di ruang ujian.

Pelaksanaan SBMPTN berbasis Android baru pertama kali diluncurkan. Peserta yang mengikuti ujian ini dibatasi hingga 1.000 orang yang dipusatkan di Universitas Padjadjaran. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Generasi OAP harus mahir berbahasa inggris

Selanjutnya

PLI ingin buka cabang di daerah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe