Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Proses hukum berbelit, kuasa hukum jurnalis Jubi protes
  • Rabu, 09 Mei 2018 — 15:34
  • 1554x views

Proses hukum berbelit, kuasa hukum jurnalis Jubi protes

Ketika kuasa hukum korban mengkonfirmasi hal ini ke pihak Reskrimum, justru melimpahkan ke pidana khusus. Namun, ketika mendatangi Reskirm Pidana Khusus (Reskrimsus), justru diarahkan kembali ke SPKT. 
Wartawan Jubi, Abeth You saat dimintai keterangan oleh penyidik Propam Polda Papua – Jubi/Dok.
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Andreas Romsumbre, salah satu kuasa hukum yang mendampingi Abeth You, wartawan Koran Jubi dan tabloidjubi.com, korban kekerasan oknum polisi di Nabire, Sabtu (5/5/2018) mengatakan, pihak terkait di Polda Papua terkesan berbelit-belit menangani kasus kliennya.

Ia mengatakan, setelah mendampingi Abeth You dimintai keterangan kronologis kejadian oleh penyidik Propam Polda Papua selama kurang lebih tiga jam, Rabu (9/5/2018), Propam mengarahkan pihaknya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda. 

Namun setibanya di SPKT menurutnya, petugas SPKT mengatakan tidak berani menindaklanjuti. Harus diselesaikan terlebih dahulu di Propam lantaran terduga pelaku oknum anggota polisi. Jika petugas SPKT menindaklanjuti dan dibawa ke Reskrim Pidana Umum (Reskrimum), akan ditolak. 

Ketika kuasa hukum korban mengkonfirmasi hal ini ke pihak Reskrimum, justru melimpahkan ke pidana khusus. Namun, ketika mendatangi Reskirm Pidana Khusus (Reskrimsus), justru diarahkan kembali ke SPKT. 

Padahal lanjutnya, pihak Propam menyatakan, kasus ini dapat langsung diproses pidana. Tidak perlu menunggu Propam, karena ini dua hal berbeda. 

“Proses di Propam mengenai administrasi dan disiplin anggota polisi. Pihak Propam mengarahkan kami ke SPKT, karena proses pidana tetap jalan dan proses di Propam juga,” kata Andreas Romsumbre kepada Jubi usai mendampingi Abeth You di Polda Papua.

Ia kecewa dengan sikap dan pelayanan pihak terkait di Polda Papua. Tujuan pihaknya mendapat kepastian hukum dan keadilan, namun dibuat berbelit-belit. Terkesan dipermainkan. 

“Kami disuruh ke sana kemari tanpa kejelasan. Penyidik, reskrim bahkan pejabat Polda tak satu pun memberikan kepastian, laporan kami dapat diprorses atau tidak. Oknum polisi terduga pelaku terkesan kebal hukum terhadap UU pers maupun UU lain,” ucapnya.

Korban Abeth You mengatakan, hal yang sama. Menurutnya, setelah ia dimintai keterangan, pihak Propam mengarahkan ke SPKT Polda Papua. Namun petugas SPKT berbelit-belit. Mereka meminta dilakukan visum, menanyakan surat tugas Abert You dan lainnya. 

“Di SPKT kami diarahkan ke Reskrimum, Reskrimum mengarahkan kami kembali ke SPKT. Karena merasa dipermainkan, kami berkoordinasi dengan Kasubbid Provos Polda Papua, AKBP Alexande Louw,” ucap You.

Menurutnya, tak lama berserang AKBP Alexander Louw mendatangi SPKT Polda Papua dan memerintahkan petugas SPKT agar tak berbelit-belit, karena penanganan kasus ini merupakan perintah langsung Kapolda Papua.

“Pak Alex Louw datang ke SPKT dan memarahi petugas di SPKT. Setelah itu barulah petugas SPKT merespon,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kadepa: Pengamanan pilkada tak harus dengan kekerasan

Selanjutnya

Pergantian kepala kampung di Yahukimo berpotensi mengganggu Pilgub

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe