Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lingkungan
  3. Semua lini harus cegah perambahan hutan dan pencurian kayu
  • Kamis, 10 Mei 2018 — 21:55
  • 2307x views

Semua lini harus cegah perambahan hutan dan pencurian kayu

"Kami mau sampaikan kepada oknum yang melakukan perambahan hutan, jika mengambil hasil hutan tanpa izin maka pemerintah tidak akan tinggal diam," katanya di Jayapura, Kamis (10/5/2018).
Ilustrasi - Jubi/Dok.
ANTARA
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Dinas Kehutanan Provinsi Papua terus meningkatkan upaya pencegahan peredaran kayu ilegal di daerah ini.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Jan Jaap Ormuseray, mengatakan pihaknya berharap dukungan dari semua elemen termasuk masyarakat untuk mencegah peredaran kayu ilegal, sehingga kelestarian hutan Bumi Cenderawasih dapat dijaga secara maksimal.

"Kami mau sampaikan kepada oknum yang melakukan perambahan hutan, jika mengambil hasil hutan tanpa izin maka pemerintah tidak akan tinggal diam," katanya di Jayapura, Kamis (10/5/2018).

Menurut Ormuseray, selama ini pihaknya bersama jajaran kepolisian terus melakukan langkah-langkah preventif (pencegahan) ke masyarakat melalui sosialisasi dalam bentuk imbauan atau membuat surat edaran agar tidak melakukan perambahan hutan.

"Sebelumnya, tim satgas gabungan yang terdiri dari polisi kehutanan dan personel Brimob Polda Papua mengamankan empat truk yang mengangkut sedikitnya 292 batang kayu diduga ilegal yang akan dibawa ke Jayapura dari sejumlah tempat berbeda di wilayah Kabupaten Jayapura, Sarmi, dan Keerom, Senin (7/5/2018) malam," ujarnya.

Dia menjelaskan, sebanyak 292 batang kayu tersebut terdiri dari 245 kayu merbau dan 47 batang kayu campuran yang diamankan dari Kwarja Taja dan dari Buspun Gresi Selatan, rencananya akan dibawa ke PT Harangan Bagot di Kota Jayapura, lalu dari Boasom Unurumguay akan dibawa ke sawmill di Sentani, Kabupaten Jayapura.

"Upaya yang kami lakukan ini sebagai tindak lanjut rencana aksi Komisi Pemberantasan Korupsi dalam penyelamatan sumber daya alam Papua serta dalam rangka menjaga kelestarian hutan Papua," katanya lagi.

Dia menambahkan sejak adanya pengalihan kewenangan Dinas Kehutanan dari kabupaten ke provinsi sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan PP Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, menyebabkan terjadi kekosongan petugas kehutanan di kabupaten, sehingga menyebabkan kembali marak peredaran kayu ilegal. (*)

loading...

Sebelumnya

Kayu soang asli Papua terancam punah

Selanjutnya

Jubi dan WRI gelar pembekalan pemantauan pengawasan hutan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe