Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jawa
  3. Gunung Merapi meletus, warga diimbau tidak beraktivitas di radius dua kilometer dari puncak
  • Jumat, 11 Mei 2018 — 11:27
  • 1045x views

Gunung Merapi meletus, warga diimbau tidak beraktivitas di radius dua kilometer dari puncak

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta mengimbau tidak ada aktivitas apapun dari masyarakat yang dilakukan di radius dua kilometer dari puncak setelah terjadi letusan freatik, Jumat (11/0518).
Gunung Merapi yang terletak di Provinsi DI Yogyakarta, Jumat (11/5/2018) sekira pukul 07.32 WIB, meletus – Jubi/Gamaholiday.com
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Yogyakarta, Jubi - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta mengimbau tidak ada aktivitas apapun dari masyarakat yang dilakukan di radius dua kilometer dari puncak setelah terjadi letusan freatik, Jumat (11/0518).

"Imbauannya, tidak boleh ada aktivitas apapun di radius 2 kilometer dari puncak. Seharusnya, pada radius tersebut memang tidak ada penduduk," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaidah, di Yogyakarta, Jumat (11/5/2018).

Hanik menyebutkan, letusan freatik tersebut hanya terjadi satu kali dan tidak ada letusan susulan meskipun sempat terdengar suara gemuruh.

Hanik mengatakan letusan freatik di Merapi tidak hanya terjadi saat ini tetapi sudah terjadi beberapa kali dan merupakan kondisi normal setelah letusan besar di Merapi yang terjadi pada 2010.

"Letusan ini dipicu akibat ada uap air yang bertemu dengan panas yang menyebabkan terjadi embusan. Letusan didominasi uap air. Suara gemuruh yang terdengar bisa saja terjadi seperti saat orang merebus air sampai mendidih," katanya.

Sebelum terjadi erupsi, jaringan seismik Gunung Merapi tidak merekam peningkatan kegempaan.

Namun demikian, sempat teramati peningkatan suhu kawah secara singkat pukul 06.00 WIB atau sekitar dua jam sebelum erupsi. Dan pascaerupsi, kegempaan yang terekam tidak mengalami perubahan dan suhu kawah mengalami penurunan.

Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Merapi agar tidak panik dan selalu mematuhi petugas di lapangan. Saat ini, Gunung Merapi dalam status aktif normal. Sedangkan hujan abu akibat letusan freatik tersebut terjadi hingga wilayah Kota Yogyakarta.

Basarnas Jawa Tengah menerjunkan personel untuk mengecek kondisi para pendaki Gunung Merapi usai letusan freatik gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta itu pada Jumat pagi.

"Informasi yang diperoleh ada sekitar 120 pendaki yang sedang naik ke Merapi," kata juru bicara Basarnas Jawa Tengah, Zulhawary Agustianto, di Semarang.

Dari jumlah itu, lanjut dia, sekitar 50 pendaki berada di kawasan Pasar Bubrah dan puncak.

"Tim sudah bergerak ke atas untuk memastikan kondisi pendaki," katanya.

Ia menjelaskan pengecekan akan dilakukan di tiap basecamp pendakian.

Ia menambahkan tim penyelemat dari Solo juga sudah diberangkatkan untuk membantu di lokasi yang terdampak letusan freatik tersebut.

Untuk data pasti jumlah pendaki, kata dia, nantinya akan diketahui usai tim memastikan kondisi para pendaki.

Letusan freatik Gunung Merapi terjadi pada Jumat sekitar pukul 07.32 WIB. Letusan freatik Merapi disertai suara gemuruh dengan tekanan sedang hingga kuat dan tinggi kolom 5.500 meter dari puncak kawah. Letusan melontarkan abu vulkanik, pasir, dan material piroklatik.

Masyarakat di sekitar lereng Merapi diimbau tidak panik atas letusan tersebut.

Erupsi Gunung Merapi pada Jumat pagi, sejauh ini belum mengganggu penerbangan rute Solo, kata Airport Operations and Service Department Manager PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Adi Soemarmo, Purwanto.

Purwanto mengatakan pihaknya sedang menggelar rapat untuk menentukan apakah perlu pengalihan rute atau tidak.

Pada saat ini pihaknya sedang memetakan emergency operation center untuk memastikan rute yang bisa sebagai jalur pengalihan.

"Yang harus kami pastikan kaitannya dengan flight yang kosong juga. Selain itu, apakah masih aman melakukan penerbangan dari sini atau tidak," katanya.

Menurut dia, jika penerbangan rute Solo dirasa tidak aman, penerbangan akan dialihkan ke bandara lain terdekat yang aman dan kosong.

"Memang ini belum ada pembahasan. Akan tetapi, kami akan rapatkan segera," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Papua butuh rumah sakit khusus

Selanjutnya

Legislator minta ekonomi masyarakat adat Papua dikembangkan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6030x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5681x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3698x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe