Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Mando Mote: Apa yang saya alami gambaran perlakuan kepada OAP
  • Jumat, 11 Mei 2018 — 22:12
  • 870x views

Mando Mote: Apa yang saya alami gambaran perlakuan kepada OAP

"Apa yang dilakukan polisi kepada saya, itu sudah menggambarkan perlakuan polisi kepada masyarakat asli Papua selama ini," kata Mando Mote saat berkunjung ke Kantor Redaksi Jubi, Jumat (11/5/2018).
Masyarakat asli Papua - Jubi/Arjuna.
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Wakil Ketua KNPI Kabupaten Deiyai, Papua, Mando Mote mengatakan, apa yang dialaminya saat debat kandidat pasangan calon (paslon) kepala daerah Deiyai di Nabire, 5 Mei 2018 lalu menggambarkan perlakuan aparat kepolisian kepada masyarakat Papua selama ini.

"Apa yang dilakukan polisi kepada saya, itu sudah menggambarkan perlakuan polisi kepada masyarakat asli Papua selama ini," kata Mando Mote saat berkunjung ke Kantor Redaksi Jubi, Jumat (11/5/2018).

Menurutnya, saat pertemuan dengan berbagai pihak terkait, beberapa hari setelah pemukulan yang menimpa dirinya, ia menyampaikan kepada utusan Polda Papua, Mabes Polri, Kapolres Nabire dan pihak terkait agar menghapus stigma buruk kepada masyarakat asli Papua.

Katanya, jika stigma itu masih ada, sulit menghapus kekerasan terhadap masyarakat asli Papua.

"Polisi harus melakukan pendekatan dengan baik ke masyarakat. Jangan salah sedikit main pukul. Budaya kepolisian ini harus diubah," ucapnya.

Katanya, jangan lagi ada stigma negatif kepada orang asli Papua, melayani masyarakat dengan hati, dan pendekatan baik ke masyarakat. 

Anggota Komisi I DPR Papua bidang politik, hukum dan HAM, Laurenzus Kadepa menduga, selama ini ada oknum-oknum aparat keamanan yang terkesan membenci OAP. Akibatnya, ketika ada masalah, langsung melakukan kekerasan.

Katanya, sulit menciptakan pengamanan humanis jika ada oknum aparat keamanan yang terlanjur benci pada kelompok masyarakat tertentu. Siapa pun yang berupaya mengingatkan apakah Kapolda, Pangdam, Kapolri, Panglima TNI, bahkan presiden sekalipun, hasilnya akan nihil.

“Belajar dari kejadian debat kadidat Deiyai di Nabire, seorang perwira polisi di wilayah kota saja bikin begitu. Bagaimana dengan bintara atau yang pangkatnya lebih di bawah dan bertugas di pedalaman,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Mando Mote: Saya tidak pernah minta maaf dan memaafkan

Selanjutnya

Tuntut bupati diganti, masyarakat Pegubin palang kantor bupati

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe