Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jawa
  3. GP Ansor Jateng gandeng Mafindo lawan hoaks
  • Sabtu, 12 Mei 2018 — 20:20
  • 1131x views

GP Ansor Jateng gandeng Mafindo lawan hoaks

"Hoaks ini harus dilawan bersama. Kader NU yang waras saat ini tidak lagi saatnya mengalah dan diam, harus bergerak. Ojo (jangan) ngalah," ujarnya.
Ketua Presidium Mafindo Septiaji sedang memberikan materi tentang melawan hoaks – Jubi/Dok. Mafindo
ANTARA
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Semarang, Jubi - Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah mendeklarasikan diri mendukung penegakan hukum oleh Kepolisian Republik Indonesia dalam melawan penyebaran berita bohong atau hoaks guna menjaga keutuhan NKRI.

Deklarasi itu diikuti kader GP Ansor dari 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah usai mengikuti seminar Teknologi Informasi sebagai Sarana Jitu Gerakan Islam Ramah, di Aula Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang,  Jawa Tengah,  Sabtu (12/5/2018).

Seminar dipantik oleh sejumlah pemateri yakni Wakil Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor Mujiburrahman, Kepala Bidang E-Goverment Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Jateng Agung Hikmati, dan Ketua Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Septiaji Eko Nugroho.

Seminar dibuka oleh Sekretaris PWNU Jawa Tengah Kiai Haji Arjak Imroni, Ketua Ketua Dewan Pelaksana Pengelola MAJT KH Noor Achmad dan Kasubdit III Sosial Budaya, Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Jateng AKBP Bambang Purwadi.

KH Arjak Imroni mengatakan bahwa pergaulan global kini dihubungkan dengan teknologi sehingga layaknya sebuah desa global satu sama lain terkoneksi dan teknologi informasi telah menjadi urat nadi masyarakat modern.

"Kami berharap dari seminar dan pelatihan ini ada tindak lanjutnya sehingga kader-kader NU mewarnai pergaulan global," katanya.

Noor menambahkan, berita-berita moderat harus lebih banyak diproduksi oleh kader NU, dan informasi Islam moderat harus lebih banyak disuarakan.

Pejabat di Ditintelkam Polda Jateng AKBP Bambang Purwadi mengungkapkan dari teknologi lahir banyak pekerjaan baru bagi anak-anak muda dan hal itu menjadi bagian dari dampak positif yang perlu didorong, sedangkan dampak negatifnya, seperti hoaks harus ditekan.

"Kepolisian secara berkala mengawasi ujaran kebencian, hoaks dan informasi yang menghasut. Kami dukung acara ini agar Jateng bebas hoaks. Mari kita gunakan teknologi dengan bijak," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho mengatakan, perlawanan terhadap hoaks dimulai dari keluarga karena keluarga mempunyai peran besar sebagai institusi terkecil dan inti masyarakat, sehingga tradisi melawan hoaks harus dibiasakan.

"Keluarga sebagai garda terdepan memerangi hoaks. Mafindo saat ini sedang membangun sistem melawan hoaks yang disinergikan dengan isu antikorupsi dan antiradikalisme, keluarga sebagai basis, orang tua punya tanggung jawab memastikan anak bebas dari hoaks," katanya.

Menurut Septiaji, karakteristik masyarakat menyukai berita bombastis dan bohong karena tipe berita itu lebih cepat viral.

Hal itu, kata dia, dimanfaatkan produsen hoaks meraih pembaca dan di sisi lain, hoaks juga memanfaatkan emosi pembaca sehingga larut di dalamnya.

Tak terkecuali penduduk dengan latar pendidikan yang tinggi dan pada sisi media, banyak pemiliknya terlibat dalam oligarki sehingga menggunakan media sebagai saluran politik praktis yang sebetulnya media harus menjaga independensi dari partai politik.

"Hoaks ini harus dilawan bersama. Kader NU yang waras saat ini tidak lagi saatnya mengalah dan diam, harus bergerak. Ojo (jangan) ngalah," ujarnya.

Sementara, Wakil Ketua PP GP Ansor Mujiburrahman berpendapat, dalam era media sosial ini perlu ada solusi agar tradisi keilmuan pesantren tetap lestari dengan merangkul teknologi.

"Kami juga tengah menyiapkan website agar bisa mewarnai wacana keislaman," pungkasnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Akreditasi Puskesmas jadi program Dinkes Nabire

Selanjutnya

Jenazah Stevie Mambor tiba di Manokwari

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe