Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Komunitas diaspora rayakan bahasa dan budaya Rotuma
  • Minggu, 13 Mei 2018 — 15:14
  • 530x views

Komunitas diaspora rayakan bahasa dan budaya Rotuma

Tetapi, sama juga seperti bangsa yang lain, ini telah memicu motivasi dari keturunan mereka untuk menghidupkan kembali dan melestarikan budaya dan bahasa mereka.
Produser, pembuat film, dan mantan penyanyi pop, Ngaire Fuata - RNZ Pacific
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Auckland, Jubi - Rotuma adalah sebuah pulau kecil yang hanya terdiri dari 2.000 penduduk di tengah-tengah pulau-pulau besar di Fiji dan Tonga. Namun meskipun pulau itu sangat bergantung pada Fiji, Rotuma memiliki bahasa dan budaya yang unik, lebih mirip dengan pulau-pulau Polinesia di timur daripada dengan pulau-pulau Fiji lainnya.

Seperti banyak komunitas lainnya di wilayah ini, budaya dan bahasa mereka telah memudar dalam beberapa dekade terakhir, dengan jumlah penutur bahasanya yang terus berkurang karena ribuan keturunan penduduknya berdiaspora, dan kehilangan hubungan dengan tanah kelahiran mereka.

Tetapi, sama juga seperti bangsa yang lain, ini telah memicu motivasi dari keturunan mereka untuk menghidupkan kembali dan melestarikan budaya dan bahasa mereka.

Walaupun sekarang ini tidak banyak yang tinggal di Rotuma dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, diperkirakan sekitar 50.000 penduduknya berdiaspora dan banyak di antaranya menetap di Auckland. Minggu ini, sekelompok dari mereka berkumpul untuk merayakan Pekan Bahasa Rotuma yang pertama.

Di antara mereka adalah pembuat film dan mantan penyanyi pop, Ngaire Fuata, yang dibesarkan di Teluk Plenty di Kota Whakatāne, dan selama ini menduga bahwa dia berasal dari Suku Māori.

Dalam filmnya yang direkam pada 2011, Salat Se Rotuma’ atau Passage to Rotuma’, Fuata mendokumentasikan perjalanan kembalinya ke tanah kelahiran ayahnya di Pasifik, Pulau Rotuma, bersama anaknya yang berusia delapan tahun.

“Pekan Bahasa Rotum ini sangat luar biasa karena, sebagai produser di program televisi Tagata Pasifika selama 25 tahun, kita selalu merayakan pekan-pekan bahasa untuk kelompok yang bahasa lebih besar, jadi mengadakan pekan bahasa untuk bahasa Rotuma ini sangat menakjubkan,” katanya di acara tersebut.

“Penduduk Pulau Rotuma ini memiliki budaya dan bahasa mereka tersendiri, dan untuk membawanya dan membagikannya dengan Selandia Baru, ini sungguh luar biasa.” (RNZI)

loading...

Sebelumnya

PM Samoa tuduh Tonga "cemburu"

Selanjutnya

Blok Oposisi Vanuatu: Natuman tak layak masuk Parlemen

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe