Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pengalaman
  3. Jejak karya mendiang Donatus Moiwend
  • Minggu, 13 Mei 2018 — 19:49
  • 2872x views

Jejak karya mendiang Donatus Moiwend

Jubi sengaja datang menikmati karya sang maestro untuk mengenal lebih dalam karya Moiwend yang mengesankan lewat cerita goresan yang hidup.
Karya Donatus Moiwend di dinding Katedral Kristus Raja dok Lima Jayapura, -Jubi/Ist
Benny Mawel
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sejumlah karya lukisan mendiang Donatus Moiwend masih tersimpan rapi di gedung gereja Katedral Kristus Raja, dok Lima, Kota Jayapura. Karya bernilai seni tinggi seniman asli Papua itu terpampang di dinding dalam dan luar gedung, menampilkan beragam cerita yang dikisahkan dalam goresan tangan sang pelukis.

Termasuk pada lukisan Moiwend pada dinding sebelah kanan, tepatnya depan pintu masuk gereja, yang mengambarkan kisah Simon Petrus disapa Yesus saat menjala ikan.  Sedangkan lukisan kecil bagian atas dalam, terdapat satu bingkai menceritakan penyaliban Petrus di Roma dengan kepala ke bawah. 

Tak hanya itu, lukisan lain karya Moiwend sebelah kanan menceritakan kisah kitab suci yang kontras dengan gambar yang menunjukan orang sakit yang tidak ditolong. 

Menikmati karya Moiwend yang diabadikan di gereja Katedral Kristus Raja dok Lima, Kota Jayapura, membawa imaginasi alam pikiran sang pelukis. Jubi sengaja datang menikmati karya sang maestro untuk mengenal lebih dalam karya Moiwend yang mengesankan lewat cerita goresan yang hidup.

Termasuk di dinding depan aula terdapat dua lukisan masing-masing bagian kanan menceritakan Yesus mendapat air dari perempuan Samaria yang baik hati, sedangkan bagian kiri aula terlihat lukisan yang mengisahkan Yesus dicobai iblis dengan cara meminta agar merubah batu menjadi roti. 

Selain karya lukis, Jubi menemukan sejumlah ukiran karya Moiwend yang terpampang di atas papan lebar 20 centi meter sepanjang pajang 20 meter terlihat di altar. Bagian kanan altar terdapat empat ukiran simbol empat Injil. Meliputi Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes yang di tengah lukisan itu diletakkan Injil besar dalam keadaan terbuka

Di kiri altar terletak tabernakel tempat menyimpan hostia yang sudah diberkati saat misa Minggu dan hari raya. Tarbernakel bersegi empat itu terbuat dari ukiran kayu masing-masing di samping kiri dan kanan altar umat dengan dua ukiran motif pohon pokok anggur dan sejumlah burung terbang di atas air.

Jejak karya Moiwend  di gereja Katedral Kristus Raja juga dapat disaksikan di balkon pintu masuk utama, berupa ukiran yang menceritakan malaikat Gabriel pembawa kabar gembira dan lukisan tentang malaikat Agung Rafael. 

Sayangnya sejumlah lukisan karya sang maestro  di diding luar itu terlihat mulai luntur, bahkan terancam hancur karena proses pembangunan gedung gereja Katedral yang baru. Hal itu menjadi kekhawatiran Budi Hernawan, mantan biarawan katolik dan direktur sekretariat keadilan dan perdamaian  Keuskupan Jayapura.

"Sayang sekali lukisan-lukisan di APO dan katedral bisa hancur," ujar Budi Darwmawan .

Dia berharap sejumlah karya lukis seniman besar Papua itu ada yang merawat. "Semoga lukisan fransiskus di gereja APO yang tersisa masih selamat," katanya. 

Ia khawatir nasib sebagian lukisan di gereja APO rusak karena kompleks biara sedang berlangsung pembangunan gedung baru. 

Kegelisahan mengenai karya seni usai kepergian Donatus Moiwend dirasakan Pastor Frans Lieshout OFM, misionaris asal Belanda yang kini menikmati masa pensiun di Wamena. Bukan hanya hasil karya, Lieshout mengkhawatikan masa depan seniman Papua seiring kepergian Donatus Moiwend dengan catatan karya besar yang ditinggalkan.

"Seorang seniman asli Papua sudah pergi. Siapa kah penggantinya?" tanya Lishout.

Lishout menyatakan kehilangan seorang guru besar seniman maestro bangsa Papua itu. “Sebagian besar hidupnya mendedikasikan diri dan berbakti bagi Gereja dan negerinya melalui seni lukis,” kata Lishout menambahkan.

Menurut dia, publik Papua berduka ditinggalkan Donatus Moiwend, ia menyatakan terimakasih kepada mendiang Donatus Moiwend atas sumbangsih yang tidak terkira bagi perjuangan pembebasan bangsa dan tanah Papua lewat karya-karyanya yang menyentuh.

“Selamat jalan, selamat bristirahat dengan tenang di sisi Bapa Sorgawi,” katanya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Agar anak betah menunggu orang tua sidang

Selanjutnya

Belajar bertani dari Romanus Mbaraka

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat