Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Polres Manokwari menangkap penyebar ujaran kebencian
  • Senin, 14 Mei 2018 — 15:56
  • 518x views

Polres Manokwari menangkap penyebar ujaran kebencian

Pemuda tersebut diduga melakukan tindakan ujaran kebencian lewat postingan akun FB dengan status yang menyudutkan kelompok  tertentu.
Polres Manokwari menahan seoarang pria terduga pengujar kebencian di Facebook,-jubi/dok Polres Manokwari.
Hans Kapisa
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Manokwari, Jubi - Kepolisian Resort Manokwari pada Minggu, (13/5/2018), malam, menangkap seorang pria berinisial A, pengguna akun Facebook (FB) "Aldy Yangterlupakan". Pemuda tersebut diduga melakukan tindakan ujaran kebencian lewat postingan akun FB dengan status yang menyudutkan kelompok  tertentu.

"Kami amankan pria tersebut di rumah kosnya di jalan Trikora Wosi, untuk dimintai keterangan atas status FB-nya yang mengarah pada ujaran kebencian,” kata Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi, Senin (14/5/2018). 

Adam menyebutkan postingan itu diunggah beberapa saat setelah kejadian Bom Gereja di Surabaya, sehingga menimbulkan keresahan warga Manokwari dan pengguna FB (netizen). Selain itu postingan dinilai menimbulkan kegaduhan dan ancaman nitizen serta menimbulkan keresahan dan ketakutan warga Manokwari. 

"Terduga pelaku dapat dipersangkakan telah melakukan tindak pidana ujaran kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA),” kata Adam menjelaskan.

Menurut dia, pengguna akun FB itu melanggar pasal 45 ayat 2 undang-undang nomor 11 tahun 2008, tentang ITE dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Tercatat A mengomentari sebuah video terkait bom bunuh diri di Surabaya yang diapload di media sosial FB dengan kata-kata menyudutkan salah satu ras tertentu.

Selain ditangkap polisi menyita barang bukti milik terduga berupa satu buah HP samsung J.7 prime dan satu lembar screenshot akun FB yang memuat kata-kata ujaran kebencian.

"Sampai saat ini, yang bersangkutan masih ditahan di Mapolres Manokwari untuk pemeriksaan lebih lanjut dan proses hukumnya," ujar Adam menjelaskan. (*)

loading...

Sebelumnya

Jenazah Stevie Mambor tiba di Manokwari

Selanjutnya

TNI dan Polri jamin keamanan warga Papua Barat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe