Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. FJPI Papua rekomendasikan tiga poin untuk timsel KPU
  • Senin, 14 Mei 2018 — 17:51
  • 997x views

FJPI Papua rekomendasikan tiga poin untuk timsel KPU

Ia berharap, ada empat dari delapan keterwakilan perempuan yang kini masih mengikuti tahapan seleksi, masuk dalm 14 nama yang nantinya direkomendasikan ke KPU RI.
Suasana ngopi bareng FJPI Papua dengan tema "Mencari Sosok Komisioner KPU Papua periode 2018-2023", Senin (14/5/2018) - Jubi/Arjuna.
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Ngopi bareng yang digelar Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Provinsi Papua, dengan tema "Mencari Sosok Komisioner KPU Papua periode 2018-2023", Senin (14/5/2018), merekomendasikan tiga poin untuk Tim Seleksi (Timsel) calon anggota KPU Papua.

Tiga rekomendasi itu, yakni Komisioner KPU Papua yang terpilih tidak terlibat dengan partai politik dan bebas dari kepentingan para calon kepala daerah dalam proses pilkada.

Poin kedua, FJPI Provinsi Papua berharap timsel menghasilkan calon komisioner KPU yang baru dan profesional dan poin ketiga, Timsel harus bekerja jujur pada diri sendiri, masyarakat, untuk kepentingan yang lebih luas, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu.

Ngopi bareng yang digelar di salah satu hotel di sekitar Abepura, Kota Jayapura itu menghadirkan tiga pembicara, yakni Hans Z Kaiwai (Sekretaris Timsel Komisioner KPU Papua), Thaha Al Hamid (tokoh masyarakat), Steve Adolf Waramuri (salah satu pembuat surat terbuka ke Timsel), dan diikuti tokoh pemuda, mahasiswa, dan para jurnalis di Jayapura.

Hans Z Kaiwai mengatakan, saat pihaknya membuka pendaftaran April 2018 lalu, sebanyak 218 orang mengambil formulir pendaftaran. Dari jumlah itu, hanya 125 orang yang mengembalikan formulir. Sebanyak 123 mengembalikan secara langsung, dan dua lainnya via email.

Namun hanya 93 orang yang berkasnya dinyatakan lengkap.  Setelah dilakukan penelitian administrasi dengan beberapa cara, 60 orang dinyatakan lolos dan mengikuti tes tertulis, 30 April 2018 yang hasilnya langsung diketahui saat itu. Dari hasil tes itu, hanya 49 yang lolos untuk tes psikologi pada 2 Mei 2018 dan 40 orang dinyatakan lolos. 

"40 orang ini sedang mengikuti tes kesehatan di RS Bhayangkara. Pada, 17 Mei 2018, mungkin hasilnya sudah keluar. Setelah itu, dilakukan tes wawancara atau tahapan akhir yang menjadi kewenangan Timsel. Setelah itu akan ada 14 nama yang direkomendasikan ke KPU RI untuk tahapan akhir," kata Kaiwai.

Menurutnya, sejak pendaftaran hingga tahapan akhir, tanggapan dan masukan masyarakat sangat penting. Timsesl tentu punya keterbatasan informasi, termasuk mengakses beberapa data yang sudah terverifikasi, sehingga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk meluluskan atau tidak, seseorang dalam keseluruhan tahapan. 

Ia berharap, ada empat dari delapan keterwakilan perempuan yang kini masih mengikuti tahapan seleksi, masuk dalm 14 nama yang nantinya direkomendasikan ke KPU RI.

Sedangkan Thaha Al Hamid mengatakan, catatan buruk anggota KPU Papua yang kini memimpin pelaksanaan penyelenggaran pilkada di Papua dapat menjadi pertimbangan Timsel, untuk menentukan 14 nama akhir yang direkomendasikan ke KPU RI. 

"Lima orang anggota KPU Papua kini memiliki catatan sangat buruk. Jika nama lima orang ini tetap terpilih oleh Timsel, saya yakin pilkada Papua tetap akan berjalan di lorong gelap selama lima tahun mendatang," kata Thaha.

Sementara, Steve Waramuri menyoroti mekanisme pemilihan anggota Timsel, lantaran lima orang yang masuk tim seleksi hanya mewakili unsur akademisi.

"Seluruhnya merupakan dosen Universitas Cenderawasih. Nama besar Uncen dipertaruhkan untuk memilih para komisioner KPU yang lebih berintegritas dan mewakili semua kepentingan masyarakat Papua," ucap Waramuri.

Padahal menurutnya, berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang rekruitment Timsel, disebutkan lima anggota Timsel harus terdiri dari tiga unsur, yakni akademisi, tokoh masyarakat, dan profesional. 

"Karena di dalam Timsel semuanya adalah unsur akademisi dari Uncen, maka sosok komisioner KPU diharapkan adalah muka baru," ujar Steve. 

Ketua FJPI Papua, Yuliana Lantipo mengatakan, acara ngopi bareng merupakan program FJPI Papua yang dilakukan secara berkala, dengan mengangkat isu terhangat di Papua. 

Ngopi bareng FJPI kata Lantipo, dengan cara diskusi untuk menghasilkan saran atau rekomendasi terhadap isu hangat tersebut.  

"Kini isu yang hangat diperbincangkan di Papua adalah pemilihan Komisioner KPU 2018-2023 oleh tim seleksi. Banyak aduan dan surat terbuka dari masyarakat Papua yang harus dicermati bersama. FJPI Papua berharap ada solusi dan transparansi timsel dalam proses seleksi dan menghasilkan sosok komisioner KPU yang berintegritas," kata redaktur Koran Jubi itu. 

FJPI Papua sendiri merupakan organisasi jurnalis khusus perempuan. FJPI terbentuk sejak 10 tahun lalu dengan berpusat di Medan. FJPI Papua adalah perwakilan FJPI di daerah ke-8, setelah pembentukan FJPI Papua Barat yang juga dideklarasikan tahun ini. 

FJPI Papua beranggotakan sekitar 60-an jurnalis perempuan Papua yang tersebar di Kota Jayapura, Mimika, Merauke, Biak Numfor dan Wamena. (*)

loading...

Sebelumnya

FKUB Papua kutuk aksi bom di tiga gereja Surabaya

Selanjutnya

Legislator Papua: Pemetaan batas wilayah adat penting

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32942x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8981x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6490x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5960x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5648x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe