Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Peristiwa bom Surabaya, sekitar 1.000 orang di Merauke turun ke jalan
  • Senin, 14 Mei 2018 — 19:53
  • 1172x views

Peristiwa bom Surabaya, sekitar 1.000 orang di Merauke turun ke jalan

Aksi turun jalan yang berlangsung Senin (14/5/2018) itu, dimulai dari Lapangan Mandala, berjalan menuju ke Lingkaran Brawijaya (Libra).
Aksi turun jalan yang dilakukan masyarakat dan sejumlah ormas di Kabupaten Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Merauke, Jubi - Sekitar 1.000 orang yang tergabung dalam Aliansi Ormas Kabupaten Merauke melakukan aksi turun jalan, menyikapi pengeboman beberapa gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi, hingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Aksi turun jalan yang berlangsung Senin (14/5/2018) itu, dimulai dari Lapangan Mandala, berjalan menuju ke Lingkaran Brawijaya (Libra).

Dalam aksi itu, selain diikuti masyarakat, juga sejumlah organisasi kemasyarakat (ormas) seperti Vox Point DPW Indonesia Cabang Merauke, GMKI, PMKRI, HMI, BEM Unmus, ICakap Merauke, KAMII, GP Anshor, Pemuda Katolik, serta PMII.

Berbagai orasi dilakukan selama perjalanan hingga finish di Libra. Selanjutnya koordinator aksi, Yoseph Gebze, membacakan surat pernyataan sikap Aliansi Ormas Kabupaten Merauke.

Sejumlah pernyataan sikap itu antara lain: pertama, mengutuk keras segala bentuk radikal dalam bentuk terorisme di wilayah NKRI. Kedua, menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya  terhadap korban tindak terorisme dan mendoakan arwah mereka sekaligus keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.

Ketiga, mendesak pemerintah, dalam hal ini Presiden Jokowi dan Polri, mengusut tuntas pelaku teroris serta jaringan dan menumpas radikalisme di Indonesia.

Empat, mengajak semua komponen masyarakat dalam membangun solidaritas bersama melawan terorisme serta paham radikal. Lima, mengimbau semua komponen bangsa tak menyebarkan foto gambar kekerasan, karena nantinya akan mencemaskan masyarakat.

Keenam, perlunya membuat gerakan bersama dibawah koordinasi Cipayung serta ormas dan organisasi lain dalam menolak radikalisme.

“Inilah beberapa pernyataan sikap kami yang harus ditindaklanjuti. Karena tindakan terorisme  yang melakukan pengeboman gereja hingga merenggut nyawa sejumlah umat,” pintanya.

Usai pembacaan pernyataan sikap, dilanjutkan doa bersama dengan pembakaran lilin oleh perwakilan dari agama Katolik, Pastor Miler Senduk, MSC, Kristen Protestan, Pdt, Modiara Kusmani, serta dari Islam diwakili Ketua GP Anshor, Muhar Zein.

“Kita semua membakar lilin mengenang keluarga yang telah meninggal dunia akibat kekejaman teroris melakukan pengeboman tiga gereja di Surabaya kemarin,” kata Pastor Miler Senduk.

Diharapkan kebersamaan bagi umat di Kabupaten Merauke tetap dipelihara dan dijaga terus dengan baik. (*)

loading...

Sebelumnya

Masyarakat Lamaholot terima bantuan satu set gong dan gendang

Selanjutnya

Panwas Merauke copot stiker salah satu pasangan calon di sejumlah titik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe