Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Kalimantan
  3. Ratusan rumah di Tabalong akan digusur
  • Jumat, 11 November 2016 — 14:34
  • 1671x views

Ratusan rumah di Tabalong akan digusur

Ratusan rumah di kawasan Monumen Tanjung Puri Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, akan digusur menyusul akan dibangunnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayah tersebut.
Monumen Tanjung Puri Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. --commons.wikimedia.org
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Tanjung, Jubi - Ratusan rumah di kawasan Monumen Tanjung Puri Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, akan digusur menyusul akan dibangunnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayah tersebut.

Bupati Tabalong Anang Syakhfiani di Tanjung, mengatakan, penertiban terhadap rumah maupun warung di sekitar Monumen Tanjung Puri Mabuun terpaksa dilakukan karena lahan tersebut merupakan aset daerah.

"Monumen Tanjung Puri Mabuun merupakan ikon kabupaten yang perlu kita tata termasuk pemukiman atau bangunan yang menempati lahan milik pemerintah daerah," jelas Anang, Jumat (11/11/2016).

Pemerintah Kabupaten Tabalong pun sudah menyampaikan surat peringatan (SP) pertama kepada pemilik rumah maupun bangunan untuk mengosongkan tempat tersebut paling lambat 20 Nopember 2016.

Surat peringatan pertama yang ditandatangani Bupati Tabalong tersebut dipasang ditiap bangunan yang akan digusur. Rumah atau warung yang kena gusur selain menempati lahan milik Pemkab Tabalong termasuk menggunakan tanah PT Pertamian EP Aset 5 Tanjung Field.

Terpisah staf bagian hukum PT Pertamina EP Aset 5 Tanjung Field Donny Irawan membenarkan kalau penertiban tersebut sebagai upaya pengamanan barang milik negara dan barang milik daerah. "Sekitar 9.000 meter persegi lahan milik PT Pertamina yang saat ini menjadi pemukiman dan bersama pemerintah daerah ingin menertibkan aset yang ada," jelas Dony.

Dony menambahkan jika lahan tersebut sudah dikosongkan selanjutnya tidak mempersoalkan jika pemerintah daerah memanfaatkannya sebagai ruang terbuka hijau.

Sementara itu satu warga Mabuun yang membuka usaha warung makan, Lia mengatakan seharusnya sebelum dikeluarkan surat peringatan pertama pengosongan lahan harus ada sosialisasi ke masyarakat. "Batas waktu pengosongan rumah hingga 20 Nopember 2016 sebenarnya cukup pendek karena tidak semua warga punya tempat lain untuk pindah," jelas Lia. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Ekspor sawit masih mendominasi

Selanjutnya

Bom gereja lukai empat orang

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe