Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Seni & Budaya
  3. Kenangan indah mengiringi pemakaman Donatus Moiwend
  • Senin, 14 Mei 2018 — 22:36
  • 798x views

Kenangan indah mengiringi pemakaman Donatus Moiwend

Pastor Barnabas mengatakan Moiwend salah satu manusia yang berhasil merealisasi semua potensi dengan jujur dan setia.
Jenazah Moiwend berbaring di antara karya seninya,-Jubi/Mawel
Benny Mawel
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Seniman Senior Donatus S.Paulo Moiwend telah dimakamkan di tempat Pemakaman umum Kristen Tanah Hitam Abepura, Kota Jayapura, Papua, Senin (14/05/2018). Sebelum dimakamkan, Moiwend yang wafat pada Sabtu (12/5/ 2018) pekan lalu itu dimulai dengan misa pelepasan jenazah dipimpin Pastor Paroki Kristus Terang Dunia Waena, RD Barnabas Daryana, di rumah duka Perumnas 3 Waena, Kota Jayapura.

Pastor Barnabas mengatakan Moiwend salah satu manusia yang berhasil merealisasi semua potensi dengan jujur dan setia.  "Dia kerja tulus. Bukan untuk dipuji dan dinilai," ujar Barnabas dalam khotbahnya.  

Moiwend yang lahir lahir pada 31 Oktober 1948 itu dinilai orang yang tulus mengungkapkan pesan Tuhan terpatri dalam dirinya kepada manusia lewat seni ukir dan lukis.

Seorang murid Moiwend, Florry Koban, mengatakan gurunya telah berhasil memperlihatkan cerita kitab suci lewat karya seni. Koban merupakan seoarang arsitektur bangunan yang berusaha mendesain bagunan dengan ciri khas Papua itu sangat terinspirasi gurunya.

"Kalo melukis lalu melihat foto itu gampang, tetapi bagaimana menterjemahkan isi tulisan ke dalam gambar, itu sulit dilakukan kebanyakan orang,” kata Koban.

Menurut dia, Moiwend menggambarkan isi kitab suci berupa tulisan berubah menjadi gambar yang hidup. Hal itu dibuktikan beberapa contoh lukisan dari cerita kitab suci di dinding gereja Katedral Kristus Raja dok Lima Jayapura. 

"Contohnya lukisan Yesus kotbah di bukit dan di atas perahu yang ada di Katedral Jayapura. Itu menceritakan bagaimana zaman misi berakhir, lalu ketika gereja mandiri seperti apa,” katanya.

Pantauan Jubi usai misa, keluarga mempersilakan sidang perkabungan memberi penghormatan sebelum di antar ke tempat peristirahatan terakhir. Jenazah Moiwend dibaringkan di ruang tamunya berukuran 3 kali 4 meter dengan dinding ruang rumah yang dihiasi ukiran dalam berbagai bentuk yang semuanya motif Papua.

Jenazah Moiwend diantar keluarga dan para pelayat ke tempat peristirahatannya yang terakhir, diringi kesedihan mendalam seakan mewakili kesedihan rakyat Papua.

Selamat jalan seniman sejati. Namamu abadi bersama karya seni yang kau ciptakan. (*)  

loading...

Sebelumnya

Yahukimo untuk Lukmen

Selanjutnya

Bupati Jayapura: Rumah ibadah simbol zona integritas kerukunan umat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe