Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Ambaidiru, Pionir Perkebunan Kopi di Papua
  • Selasa, 15 Mei 2018 — 14:37
  • 1085x views

Ambaidiru, Pionir Perkebunan Kopi di Papua

“Pembibitan dilakukan oleh Zending Belanda dan dikembangkan oleh masyarakat Ambaidiru dengan wadah Koperasi Unit Desa (KUD) pada tahun 1977, hingga tahun 2000-an” katanya.
Legislator utusan adat wilayah Saireri Yonas Nusi menunjukkan kopi Ambaidiru - Jubi/Hengky Yeimo
Hengky Yeimo
Editor : Angela Flassy
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

KANTOR Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Sabtu 6 April 2018 terlihat tak seperti biasanya.Canda tawa terdengar dari beberapa anggota dewan di ruang kerja mereka.

Di tengah kesibukan para staf di kantor DPRP, legislator utusan adat wilayah Saireri Yonas Nusi bercerita kepada Jubi tentang Kopi di Ambaidiru, Kabupaten Kepulauan Yapen.

Kopi di Ambaidiru sudah ada sejak zaman Belanda, tepatnya sejak 1959.

“Pembibitan dilakukan oleh Zending Belanda dan dikembangkan oleh masyarakat Ambaidiru dengan wadah Koperasi Unit Desa (KUD) pada tahun 1977, hingga tahun 2000-an” katanya.

Kopi Ambaidiru pertama kali perkenalkan oleh Zending Bink ke masyarakat Ambaidiru pada 1924. Kopi mulai dikembangkan pada 1938, sehingga dapat dikatakan perkebunan Kopi Ambaidiru menjadi pionir perkembangan perkebunan kopi di Papua.

Ambaidiru merupakan salah satu kampung di Distrik Kosiwo. Berada di Kepulauan Ambai, terletak di selatan pulau Yapen. Luas Distrik Kosiwo Kampung Ambai 301,367 meter persegi dengan jumlah penduduk sekira 4914 jiwa.

Ambaidiru pada masa Pemerintahan Belanda merupakan sentra produksi kopi rubusta, vanila, sayur-sayuran segar lainnya.

“Kopi sudah lama di Papua. Rakyat membutuhkan pemahaman secara profesional bisa mengolah, memproduksi kopi yang dapat dibutuhkan pasar seperti apa. Standarisasi kopi seperti apa? Standar ekspor seperti apa? Produksinya terukur, dan lebih penting bagaimana mendapatkan pasar,” katanya.

Kopi seharusnya dapat menjadi potensi yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Yapen. Kata Nusi jika dapat berkembang dengan baik, kopi akan menjadi komoditas unggulan yang bisa dijual dengan baik untuk meningkatkan PAD Kabupaten Kepulauan Yapen.

“Untuk menata kopi Ambaidiru dengan baik, saran saya pemerintah juga perlu menyiapkan anak anak asli. Mereka perlu dilatih agar dalam pengelolaan produk dapat go internasional,” katanya.

Untuk itu masyarakat meminta pemerintah dapat memberi pelatihan, guna menyiapkan tenaga tenaga yang profesional untuk mengelola kopi.

Nusi mengatakan, Bupati Kepulauan Yapen harus dapat mengakomodir aspirasi masyarakat. Karena potensi sumber pendapatan masyarakat berdampak kepada usaha-usaha rakyat dan kebutuhanya harus ditopang pemerintah.

“Kami mendukung upaya pemerintah di Papua khususnya di Yapen dalam melihat, mengelola potensi masyarakat adat dalam bidang apapun khususnya ekonomi,” katanya.

“Kami juga akan mendorong pembentukan Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi rakyat,” katanya.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Universitas Cenderawasih untuk membentuk BUMR yang dikelola secara profesional,” katanya.

Sedangkan hal lain yang tidak kalah pentingnya, Nusi meminta ada anak anak asli Ambaidiru yang dikuliahkan di bidang pertanian dan perkebunan. Harapannya agar mereka selesai pendidikan, mereka bisa mengelola kopi tersebut secara profesional.

“Setelah mendidik anak anak tersebut dengan baik, harapannya mereka itu ditempatkan untuk produksi mengatur pemasaran antar kampung distrik dan kabupaten. Karena banyak hasil karya masyarakat yang belum mendapatakan pasar,” katanya.

Selain itu, Nusi mengatakan dengan berkembangnya perekonomian masyarakat, pertukaran kebutuhan antar kampung-kampung juga dapat meningkat.

“Oleh sebab itu kita butuh pengawal dari pihak swasta dan penataan dari pemerintah dengan baik,” katanya.

Sementara itu pemuda Yapen, Markus Yoseph Imbiri mengatakan ada beberapa permasalahan masalah menyangkut budidaya kopi di Kampung Ambaidiru yaitu, kendala pendampingan dan budidaya yang masih minim.

“Kopi Ambaidiru terkendala saat meningkatkan produksi kopi. Karena kopi yang ada hingga saat ini kopi adalah kopi yang ditanam sejak zaman Belanda,” kata Imbiri.

Ketua Rewalan TIK (teknologi Informasi dan Komunikasi) ini mengatakan sampai saat ini ada beberapa langkah-langkah yang mereka lakukan guna membudidyakan kopi.

“Masyarakat meminta pemerintah untuk membudidayakan kopi Ambaidiru dengan menambah bibit,” katanya.

Markus mengatakan saat ini ada lembaga yang dibentuk oleh pemerintah, ada juga dari LSM ada satu koperasi yang namanya lembaga kopi.

“Lembaga lembaga yang sementara masih berjalan sementara ada beberapa yang tidak aktif,” katanya.

Lanjut Markus, kebutuhan pasar meningkat tapi kebutuhan di gudang koperasi masih minim. Hingga kini masyarakat memproduksi seadanya.

“Sehingga kehadiran pemerintah untuk membudidayakan kopi ini sangatalah penting,” katanya.(*)

loading...

Sebelumnya

Perlu ada proteksi caleg OAP di semua dapil

Selanjutnya

Sepuluh tahun berjualan pinang di teras ruko

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32942x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8981x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6491x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5960x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5648x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe