Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Kadinkes Jayapura: Sampah medis harus dipisahkan dari sampah biasa
  • Selasa, 15 Mei 2018 — 16:20
  • 812x views

Kadinkes Jayapura: Sampah medis harus dipisahkan dari sampah biasa

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Jayapura, Khairul Lie, mengatakan untuk mendirikan sarana layanan kesehatan seperti klinik atau puskesmas, harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Salah satunya adalah pengelolaan limbah. Sarana layanan kesehatan yang akan didirikan tidak boleh membuang limbah bahan atau perlengkapan bekas pakai di sembarang tempat agar tidak membahayakan masyarakat sekitarnya.
Ilustrasi, limbah barang bekas pakai di RSUD Yowari yang dibuang begitu saja - Jubi/Yance Wenda 
Yance Wenda
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Jayapura, Khairul Lie, mengatakan untuk mendirikan sarana layanan kesehatan seperti klinik atau puskesmas, harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Salah satunya adalah pengelolaan limbah. Sarana layanan kesehatan yang akan didirikan tidak boleh membuang limbah bahan atau perlengkapan bekas pakai di sembarang tempat agar tidak membahayakan masyarakat sekitarnya.

“Syarat –syarat yang perlu dipenuhi itu dari segi bangunan, tata bagunan, itu semua ada di syarat-syarat berdirinya sebuah klinik atau sarana pelayanan kesehatan. Sampah medis harus dipisahkan dari sampah biasa,” ucap Khairul, saat ditemui Jubi di Sentani, Selasa (15/5/2018).

Khairul menjelaskan sebelum beroperasi, hal pertama yang harus dilakukan adalah pemeriksaan.

“Imbauan terus dilakukan karena kadang-kadang praktek-praktek yang dilakukan ini sudah diimbaukan agar harus diolah tetapi masih masuk ke sampah biasa,” katanya.

Ia juga minta setiap klinik dan sarana layanan kesehatan di Kabupaten Jayapura memahami aturan-aturan kesehatan agar limbah medis bekas pakai tidak tercampur sampah masyarakat.

“Masih ada penyimpangan-penyimpangan praktek yang perlu kita benahi terus menerus,” ucap Lie.

Hal lain disampaikan Kepala Apotek Doa Bunda yang terleak di Jalan Yahim-Purwodadi Sentani, Elpida S. Dia mengatakan pihaknya melakukan pemisahan antara sampah medis dan sampah biasa agar tidak tergabung.

“Samapah medis, seperti jarum-jarum itu kita kasih masuk di kotak baru kita bakar. Kalo yang kayak plastik itu nanti mobil sampah yang ambil,” ucapnya.

Ia juga mengatakan klinik Doa Bunda tidak memiliki ruang rawat inap. Jika ada ruang rawat inap tentu akan banyak sampah medisnya.

“Kita hanya rapat jalan saja, jadi sampah medisnya hanya bungkus-bungkus obat saja. Sampai saat ini kami tidak membuang dengan sampah biasa, keculi bekas bersihkan luka, jarum suntik yang bersentuhan langsung dengan pasien yang  terluka, kalau biasa saja tidak apa,” kata Elpida. (*)

loading...

Sebelumnya

Akreditasi Puskesmas jadi program Dinkes Nabire

Selanjutnya

Aksi kemanusiaan, PMKRI menolong mama Yurina Wenda

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe