Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Jurnalis hanya butuh keterbukaan informasi dari KPU Papua
  • Selasa, 15 Mei 2018 — 18:12
  • 526x views

Jurnalis hanya butuh keterbukaan informasi dari KPU Papua

"Yang kami alami selama ini, KPU sendiri sudah mengkotakkan siapa yang akan mereka pakai meliput siapa yang tidak. Yang kami butuhkan KPU terbuka. Menjawab informasi yang kami butuhkan," ucapnya. 
Suasana ngopi bareng FJPI Provinsi Papua di salah satu hotel di Abepura, Kota Jayapura, Senin (14/5/2018) sore dengan tema "Mencari Sosok Komisioner KPU Papua periode 2018-2023" - Jubi/Arjuna
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Satu diantara jurnalis Papua, Nethy Darma Somba mengatakan, harapan para pewarta khususnya di Jayapura, komisioner KPU Papua periode 2018-2023 dapat terbuka dalam memberikan informasi.

Hal ini dikatakan wartawati The Jakarta Post itu dalam ngopi bareng Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Provinsi Papua di salah satu hotel di Abepura, Kota Jayapura, Senin (14/5/2018) sore. Ngopi bareng ini bertemakan "Mencari Sosok Komisioner KPU Papua periode 2018-2023". 

"Sebagai wartawan, kepentingan kami bagaimana mendapat informasi secara terbuka, mudah, tanpa ada batasan," kata Nethy Darma Somba.

Namun menurutnya, yang dialami jurnalis selama ini, seakan-akan ada pengkotak-kotakan.

"Yang kami alami selama ini, KPU sendiri sudah mengkotakkan siapa yang akan mereka pakai meliput siapa yang tidak. Yang kami butuhkan KPU terbuka. Menjawab informasi yang kami butuhkan," ucapnya. 

Namun lanjut Darma, selama ini terkadang ketika wartawan berupaya mengkonfirmasi informasi ke KPU via telepon atau sms, tidak direspons.

"Hanya oknum anggota tertentu di KPU yang terbuka kepada wartawan. Sebagai wartawan, saya juga berharap timsel seleksi memilih orang kooperatif karena KPU mengerjakan agenda negara yang harus diketahui semua masyarakat," ujarnya.

Sementara tokoh masyarakat yang hadir sebagai pembicara, Thaha Al Hamid mengatakan, jika KPU bekerja baik, akan menghasilkan pemimpin yang baik. Kalau tidak, rakyat akan mendapat bupati, wali kota, dan gubernur apa adanya. 

"Itu berarti akan menggadaikan nasib rakyat lima tahun ke depan. Siapapun yang dihasilkan, kapasitasnya bagus dan tidak bagus itu kinerja dari penyelenggara pemilu," kata Thaha.

Ia mengakui mempunyai catatan sangat buruk terhadap komisioner KPU kini.

"Saya punya pengalaman. Ini bukan soal suka dan tidak suka, ini pengalaman. Ini beranjak dari pengalaman," kata Thaha. (*) 

loading...

Sebelumnya

Delapan wakil perempuan akan berebut kursi KPU Papua

Selanjutnya

Mando Mote: Penyelesaian kasus Nabire harus transparan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe