Object moved to here.

Masyarakat Ambaidiru keluhkan jalan rusak | BERITA PAPUA
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Masyarakat Ambaidiru keluhkan jalan rusak
  • Selasa, 15 Mei 2018 — 21:10
  • 704x views

Masyarakat Ambaidiru keluhkan jalan rusak

Satu diantara warga Ambaidiru, Ayub Rawai mengatakan,  jalan produksi di Kakum kurang lebih tiga kilometer, yang mana sepanjang satu kilometer telah dibangun, dan sisanya masih dalam kondisi rusak parah.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua Yonas Nusi ketika meninjau lokasi perkebunan kopi - Jubi/Hengky Yeimo.
Hengky Yeimo
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Masyarakat Kepulauan Yapen, Distrik Koiwa, Kampung Ambaidiri, mengeluh, atas kondisi jalan yang rusak parah menuju kampung tersebut. Selain perbaikan jalan rusak ini, masyarakat juga meminta dukungan pemerintah untuk membangun jalan menuju perkebunan kopi yang ada di tiga lokasi.

Satu diantara warga Ambaidiru, Ayub Rawai mengatakan,  jalan produksi di Kakum kurang lebih tiga kilometer, yang mana sepanjang satu kilometer telah dibangun, dan sisanya masih dalam kondisi rusak parah.

Rawai menjelaskan, lokasi ke perkebunan kopi di Kitun memiliki jarak kurang lebih dua kilometer, sedangkan untuk jarak menuju ke Paputun kurang lebih lima kilometer.  Sementara jalan kota menuju kampung juga mengalami rusak, apalagi jika turun hujan.

“Jalan dari kota ke kampung rusak atau berlubang ketika terjadi hujan sangat rentan sekali terjadi longsor. Untuk sepanjang jalan terlihat lubang, jalan rusak, longsor jalan berlubang parah. Apalagi jalan menuju Mambo rusak parah,” katanya kepada Jubi, pekan lalu.   

Ayub mengatakan, untuk memperbaiki jalan pihaknya harus melibatkan masyarakat agar mobil angkutan bak terbuka (pick up) bisa masuk ke kampung.

”Biasanya dari gereja kami diarahkan untuk mengangkut batu pasir, atau kayu untuk memperbaiki jalan yang berlubang atau yang terputus,” katanya. 

Ayub melanjutkan, di Ambaidiru juga hanya ada dua mobil yang bisa melintasi jalan tersebut, untuk mengangkut barang milik masyarakat setempat. 

“Jalan-jalan penghubung antar lokasi kopi harus diperbaiki,” pintanya.

Ia sangat berharap kepada DPR Papua untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat, yang sudah dilakukan melalui sejumlah proposal, hingga ke Gubernur Papua.

”Kami sangat berharap agar pemerintah bisa merealisasikan apa yang kami minta agar produksi kopi serta vanili bisa berjalan dengan baik,” katanya. 

Menanggapi ini, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Yonas Nusi mengatakan, kondisi jalan rusak akan disampaikan kepada pemerintah setempat, sebab mereka punya tugas untuk memperbaikinya.

“Saya harap pemerintah daerah jangan tinggal diam karena di Ambaidiru ini potensi ekonomi besar jika dimanfaatkan dengan baik, maka akses perekonomian di daerah ini bisa berjalan juga dengan baik,” katanya.

Nusi mengatakan, pembangunan jalan raya yang umumnya diminta oleh masyarakat harus dimasukkan dalam rencana pemerintah dan harus diselesaikan dengan maksimal. (*)

loading...

Sebelumnya

Legislator minta ekonomi masyarakat adat Papua dikembangkan

Selanjutnya

DPRP sebut potensi kopi Ambaidiru belum tersentuh

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe