Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Revisi Perda minol Jayawijaya tunggu tanda tangan Bupati
  • Selasa, 15 Mei 2018 — 21:50
  • 516x views

Revisi Perda minol Jayawijaya tunggu tanda tangan Bupati

“Sanksi ini bagi yang memproduksi, pengedar juga bagi yang mengkonsumsi,” ujarnya.
Minuman beralkohol yang diamankan Polsek kawasan bandara Wamena beberapa waktu lalu-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Wamena, Jubi – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jayawijaya, Taufik Petrus Latuihamallo mengakui dirinya telah menandatangani persetujuan tentang revisi peraturan daerah (perda) tentang pelarangan produksi, pengedaran dan penjualan minuman beralkohol (minol) di Jayawijaya.

Menurutnya, revisi ini sesuai dengan penerapan perda Jayawijaya sebelumnya yakni nomor 3 tahun 2009 tentang larangan pemasukan, penyimpanan, pengedaran, penjualan serta memproduksi minuman beralkohol yang dianggap masih belum memberikan suatu efek jera.

“Revisi perda minol sudah terima dari biro hukum provinsi, ada beberapa pasal yang harus direvisi dan saya sudah menandatangani persetujuan revisi tersebut kemudian sudah diserahkan ke bagian hukum setda untuk direvisi kembali dan sekarang tinggal menunggu tanda tangan bupati untuk bisa diundangkan dan dilaksanakan,” kata Taufik Latuihamallo kepada wartawan di kantor bupati Jayawijaya, Selasa (15/5/2018).

Menurutnya, yang menjadi titik berat revisi perda terkait sanksi. Jika dulu sanksinya itu hanya tipiring (tindak pidana ringan), direvisi ini sanksinya ada hukuman badan sampai enam bulan dan denda sekitar 50 juta rupiah.

“Sanksi ini bagi yang memproduksi, pengedar juga bagi yang mengkonsumsi,” ujarnya.

Diakuinya, revisi perda minol ini memang ditingkatkan untuk masalah sanksi dan untuk efek jera. Dan dalam penerapannya, diharapkan aparat penegak hukum betul-betul bisa melaksanakan perda itu dengan sebaik mungkin.

“Jangan sampai hanya yang diamankan itu yang mengkonsumsi, tetapi yang memproduksi atau yang mengedarkan lolos dari jeratan hukum dan itu akan menjadi senjata balik yang akan menghantam kita,” katanya.

Dirinya menambahkan bahwa dewan optimis dengan penerapan hukum yang baik dan betul-betul tanpa pandang bulu, hal ini akan bisa mentertibkan daerah ini dari tindak kejahatan yang diawali dari minuman beralkohol.

“Target kita tahun ini sudah diterapkan, pihak kepolisian juga menghendaki perda ini segera dilaksanakan karena kalau mereka menggunakan KUHAP hanya tipiring yang banyak digunakan dan itu tidak akan efektif dan efek jera,” ujarnya.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba mengaku jika perda peredaran minuman beralkohol di Jayawijaya selama ini memang belum memberikan efek jera.

“Kami harap revisi perda minol ini segera disahkan, sehingga ada suatu efek jera dan kepolisian siap melaksanakan perda sesuai dengan revisi yang ditetapkan,” kata Yan Pieter Reba. (*)

loading...

Sebelumnya

Bandara Oksbil kembali beroperasi

Selanjutnya

Jayawijaya membantah pembangunan pasar Sinakma lewat penunjukan langsung

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Rabu, 18 Juli 2018 WP | 4631x views
Nabire Membangun |— Selasa, 17 Juli 2018 WP | 4411x views
Dunia |— Minggu, 22 Juli 2018 WP | 4359x views
Jayapura Membangun |— Selasa, 17 Juli 2018 WP | 3536x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe