Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Petani kangkung di Kota Jayapura keluhkan stok bibit
  • Sabtu, 12 November 2016 — 11:17
  • 842x views

Petani kangkung di Kota Jayapura keluhkan stok bibit

"Bibit saya beli dari Koya dan Arso Rp43 ribu hingga Rp45 ribu satu kilogram, tapi sekarang lagi kosong, pemerintah hanya menyiapkan pupuk urea saja, itupun dikasih per kelompok," ujar pria asli Toraja ini saat ditemui Jubi di sawahnya yang terletak di Jalan Baru Pasar Youtefa, Jumat (11/11/2016).
Viktor sedang menyiram kangkung cabut miliknya – Jubi/Ramah
Ramah
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Petani kangkung cabut di Kota Jayapura, Papua mengeluh karena bibit kangkung sedang kosong.

Petani kangkung cabut Viktor, 32 tahun, mengatakan, sejak sebulan lalu di toko yang biasanya ia mendapatkan bibit kangkung cabut sedang tidak menjual.

"Bibit saya beli dari Koya dan Arso Rp43 ribu hingga Rp45 ribu satu kilogram, tapi sekarang lagi kosong, pemerintah hanya menyiapkan pupuk urea saja, itupun dikasih per kelompok," ujar pria asli Toraja ini saat ditemui Jubi di sawahnya yang terletak di Jalan Baru Pasar Youtefa, Jumat (11/11/2016).

Untuk satu petak lahan seluas 4 X 20 meter, bila cuaca bagus Viktor bisa menghasilkan sebanyak 400 ikat kangkung cabut dalam sebulan. Namun jika cuaca buruk ia hanya bisa menghasilkan 300 ikat.

"Satu ikat saya jual di Pasar Youtefa kalau harga normal Rp4 ribu, kalau lagi kosong bisa Rp8 ribu dari petani, kadang ada juga yang langsung datang membeli ke sawah, namun pada musim hujan kurang menggembirakan hasilnya," ujar Viktor yang sudah menjadi petani kangkung sejak 2004.

"Selain kangkung cabut saya juga menanam sawi dan bayam merah, saya bertani karena tidak ada yang perintah, meski dapat sedikit, kalau capek ya istirahat," ujarnya.

Petani kangkung cabut lainnya, Simon, juga dari Toraja mengatakan, jika hasilnya bagus sekali panen bisa 300 ikat.

"Musim buruk tinggal kasi makan ternak kalau rusak, kalau sekarang cari bibitnya kewalahan, makanya sawah kosong, sudah hampir satu bulan ini tidak ada bibit kangkung cabut," ujar Simon yang menjadi petani kangkung sejak 1990.

Ia menjual ke Pasar Youtefa Rp5 ribu seikat jika lagi kurang pasokan. Namun jika sedang banyak terpaksa ia jual Rp2 ribu satu ikat. (*)

loading...

Sebelumnya

Mendekati Natal, harga sagu bisa melambung

Selanjutnya

Harga cabai kecil turun menjadi Rp20 ribu

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Lembar Olahraga |— Minggu, 22 April 2018 WP | 9890x views
Berita Papua |— Jumat, 20 April 2018 WP | 3411x views
Pasifik |— Senin, 23 April 2018 WP | 2143x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe