Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Jayawijaya gelar seminar pelestarian budaya suku Hubula
  • Rabu, 16 Mei 2018 — 07:53
  • 427x views

Jayawijaya gelar seminar pelestarian budaya suku Hubula

Seminar bagian dari rangkaian dari pelaksanaan festival seni budaya dan tari kreasi Jayawijaya yang dilaksanakan sejak 15 hingga 16 Mei 2018.
Suasana pembukaan seminar budaya yang mengangkat tema melestarikan budaya suku Hubula-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Wamena, Jubi –Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menggelar seminar budaya dengan tema melestarikan budaya suku Hubula. Seminar bagian dari rangkaian dari pelaksanaan festival seni budaya dan tari kreasi Jayawijaya yang dilaksanakan sejak 15 hingga 16 Mei 2018.

“Seminar ini penting saat banyak pengaruh dan budaya dari luar yang datang melalui media elektronik yang terkadang membuat kita lupa akan budaya sendiri,” kata Sekretaris Daerah Jayawijaya, Yohanes Walilo saat membuka kegiatan Selasa (15/5/2018)

Walilo menyatakan seminar itu penting untuk mengingatkan kepada seluruh masyarakat tentang budaya Jayawijaya. “Yaitu latar belakang kehidupan suku Hubula serta perkembangannya zaman,” kata Walilo menambahkan.

Ia mengajak para generasi muda Jayawijaya mengetahui dan memahami serta menghargai budaya sendiri, selain itu juga berkewajiban melestarikan. Menurut Walilo, mengenal seni dan budaya daerah sendiri dapat menciptakan sumber daya manusia yang mampu berkreasi dalam melestarikan kebudayaan suku Hubula.

Kepala dinas kebudayaan dan pariwisata Jayawijaya, Alpius Wetipo, mengatakan seminar budaya yang digelar merupakan bagian dari pelaksanaan festival budaya lembah baliem 2018.

“Isi dari penilainya itu yang kita mau angkat bagaimana nilai-nilai dari budaya itu sendiri dapat dipahami sehingga orang bisa tahu,” kata Wetipo.

Termasuk memahami bagaimana perang pada sebauh suku itu bisa terjadi, dengan beragam dinamika dari perspektif budaya dan sejarah.

“Kami akan membuatkan buku agar anak cucu dapat memahami nilai dan budaya yang ada,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Jayawijaya membantah pembangunan pasar Sinakma lewat penunjukan langsung

Selanjutnya

Masyarakat Jayawijaya minta pemerintah tegas terhadap aksi kejahatan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Rabu, 18 Juli 2018 WP | 4631x views
Nabire Membangun |— Selasa, 17 Juli 2018 WP | 4411x views
Dunia |— Minggu, 22 Juli 2018 WP | 4359x views
Jayapura Membangun |— Selasa, 17 Juli 2018 WP | 3536x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe