Object moved to here.

Masyarakat Jayawijaya minta pemerintah tegas terhadap aksi kejahatan | BERITA PAPUA
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Masyarakat Jayawijaya minta pemerintah tegas terhadap aksi kejahatan
  • Rabu, 16 Mei 2018 — 08:18
  • 494x views

Masyarakat Jayawijaya minta pemerintah tegas terhadap aksi kejahatan

Kasus kejahatan seperti peredaran minuman beralkohol, curas, sex bebas, kemahalan harga tiket sampai ke persoalan penetapan DPT Jayawijaya menjadi keluhan masyarakat setempat.
Aksi demo solidaritas anti miras dan narkoba di Jayawijaya di halaman kantor bupati-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Wamena, Jubi – Puluhan masyarakat yang tergabung dalam solidaritas anti Miras dan Narkoba di Kabupaten Jayawijaya minta sejumlah aksi kejahatan ditindaklanjuti. Kasus kejahatan seperti peredaran minuman beralkohol, curas, sex bebas, kemahalan harga tiket sampai ke persoalan penetapan DPT Jayawijaya menjadi keluhan masyarakat setempat.

“Tuntutan itu kami sampaikan karena melihat situasi kondisi daerah ini tidak nyaman, banyak kasus kriminal yang berdampak langsung baik Narkoba, minuman beralkohol, kemudian aksi-aksi begal yang seharusnya tidak perlu terjadi di daerah ini,” kata koordinator aksi Solidaritas anti Miras dan narkoba, Robi Lokobal, saat menggelar aksi demo damai di halaman kantor Bupati Jayawijaya, Selasa (15/5/2018).

Lokobal menyebutkan aksi moral dilakukan untuk mendorong Jayawijaya tetap tercipta situasi aman, damai dan kondusif. Solidaritas anti Miras dan Narkoba menuntut agar masalah itu segera disikapi untuk meminimalisir angka kriminal.

Pejabat sementara Bupati Jayawijaya, Doren Wakerwa, saat menemui pendemo mengatakan permasalahan itu akan disikapi dengan menyelesaikan masalah-masalah yang selama ini terjadi di masyarakat.

"Kami akan menindak lanjuti masalah ini, untuk itu kami akan koordinasi dengan pihak keamanan terus menindaklanjuti,” kata Doren Wakerkwa.

Ia mengakui masalah peredaran minuman beralkohol merupakan pemicu dari berbagai konflik. Bahkan Pemerintah Provinsi Papua telah mengeluarkan peraturan daerah tentang pelarangan peredaran minol dan ini berlaku untuk seluruh wilayah Papua.

Kapolres Jayawijaya, Yan Pieter Reba, mengaku telah menyiapkan sejumlah program untuk memberantas seluruh permasalahan yang ada di Jayawijaya.

"Kepolisian juga meminta kepada masyarakat jika ada tindakan tegas pada pelaku kejahatan tidak lagi dikaitkan dengan pelanggaran HAM dan lain sebagainya,” kata Yan Pieter.

Menurut dia, Kepolisian bertindak agar Jayawijaya aman tanpa ada perampasan, Miras, dan Narkoba. (*)

loading...

Sebelumnya

Jayawijaya gelar seminar pelestarian budaya suku Hubula

Selanjutnya

Sambut puasa, Muslim Peguteng merasa nyaman dengan umat lain

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe