Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. MRP : Negara terkesan melindungi teroris
  • Rabu, 16 Mei 2018 — 08:47
  • 512x views

MRP : Negara terkesan melindungi teroris

Sikap itu ia sampaikan karena sejumlah aksi pengeboman yang terus terulang.
Suasan Jumpa pers yang digelar oleh MRP menanggapi Bom bunuh diri di Surabaya - Jubi/Hengky Yeimo
Hengky Yeimo
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi –Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Timotius Murib, mengaku geram dengan sikap negara Republik Indonesia yang terkesan melindungi teroris. Sikap itu ia sampaikan karena sejumlah aksi pengeboman yang terus terulang.

“Kita tahu bahwa radikalisme ini musuh negara yang mampu menghancurkan,  tetapi kenapa terkesan pemerintah melindungi mereka,” kata Timoteus Murib kepada wartawan, awal pekan lalu.

Sikap negara yang terkesan melindungi teroris itu dibuktikan dengan kebijakan berbeda di Papua. Termasuk  sikap negara terhadap Pembebasan Nasional Papua Barat atau Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM),  dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang diburu dan dibunuh, aktivis lembaga ini juga selalu ditangkap ketika melakukan aksi demo.

“Teroris juga berbicara mengenai ideologinya. TPN/OPM juga bicara mengenai ideologi sehingga untuk penangananya negara harus bertindak netral tidak boleh sepihak,” kata Murib menambahkan.

MRP mengutuk aksi kebiadaban teroris yang mengeboman tiga gereja di Surabaya pada Minggu pagi 13 Mei 2018. Mantan Ketua DPRD Puncak Jaya itu mengajak lembaga gereja dan lembaga keagamaan, organisasi kemasyarakatan dan pemuda tidak terprovokasi, namun harus waspada terhadap setiap gerak-gerik yang mancurigakan dan berpotansi mangakibatkan terjadinya tindak kekerasan.

MRP meminta kepada Kapolda Papua dan Pangdam XVII Cendarawasih sesuai kewenangan agar manghentikan kagiatan Jafar Umat Talib (JUT) di Kabupaten Keerom. "Karena Jafar Umar Thalib adalah bagian sel-sel jaringan terorisme yang dikhawatirkan menjadi bom waktu aksi tarorisme di tanah Papua,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Mando Mote: Penyelesaian kasus Nabire harus transparan

Selanjutnya

Memanfaatkan intelijen dalam pilkada

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe