Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Bali NTT
  3. Siapa penjual Pulau Satonda?
  • Rabu, 16 Mei 2018 — 15:42
  • 734x views

Siapa penjual Pulau Satonda?

Pulau Satonda tidak dapat menjadi hak milik maupun diperjualbelikan, baik oleh pemerintah maupun perorangan dan perusahaan
Ilustrasi. Unsplash.com (Creative common)/Jubi
Editor :

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Mataram, Jubi - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat menelusuri penjual Pulau Satonda melalui facebook dengan nama akun "Agent Property Lombok" yang dinyatakan hoaks oleh Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) NTB.

"Untuk persoalan ini kita sudah ambil langkah, tapi baru sebatas penelusuran melalui dunia maya," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB AKBP I Gusti Putu Gede Ekawana di Mataram, Selasa ( 15/5/2018).

Hal itu diungkapkannya mengingat persoalan ini sudah masuk dalam pelanggaran aturan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), sehingga persoalannya dapat ditangani jika ada aduan atau laporan dari pihak yang dirugikan.

"ITE itu delik aduan, kalau tidak ada yang melapor, tidak ada yang mengadu, belum bisa kita lanjutkan, jadi sebatas memantau saja" ujarnya.

Karena itu, pihaknya masih menunggu para pihak yang merasa dirugikan dengan adanya informasi penjualan via media sosial tersebut.

"Kalau ada yang merasa dirugikan, tentu dalam persoalan ini dari pihak pemerintah, BKSDA atau pemkab. Mereka lapor, kita akan lanjutkan," ucapnya.

Dalam informasi penjualannya, disebutkan bahwa luas lahan yang dijual seharga Rp250 miliar mencapai 7.000 hektare dengan 550 hektare di antaranya dapat menjadi area pembangunan.

Bahkan disebutkan lahan yang dijual via akun media sosial facebook tersebut sudah mengantongi sertifikat hak milik (SHM).

Pulau Satonda masuk dalam deretan daftar TWA di NTB, terhitung sejak tahun 1998. Hal itu sesuai dengan SK Menteri Kehutanan Nomor 22/Kpts-IV/1998.

Dalam peta administrasinya, Pulau Satonda masuk Desa Nangamiro, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Secara geografis, utara Pulau Satonda berbatasan dengan Laut Flores, Selat Balahai di barat, Semenanjung Sanggar sebelah timur, dan Selat Satonda di selatan.

Karena itu, pihak BKSDA NTB telah menyampaikan bahwa kawasan Pulau Satonda tidak dapat menjadi hak milik maupun diperjualbelikan, baik oleh pemerintah maupun perorangan dan perusahaan. (*)


 

 

loading...

Sebelumnya

Paus terdampar di Kupang berhasil dikembalikan

Selanjutnya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe