Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Kapolda Papua: Timses hobinya kampanye hitam
  • Rabu, 16 Mei 2018 — 19:21
  • 595x views

Kapolda Papua: Timses hobinya kampanye hitam

"Makanya tim sukses paslon diingatkan tidak melakukan kampanye hitam dan kampanye negatif," ucapnya.
Pangdam XVII/Cenderawasih, Kapolda Papua, dan Ketua KPU Papua saat hadir sebagai pembicara dalam bedah buku berjudul Intelijen dan Pilkda - Jubi/Arjuna Pademme.
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, para tim sukses (timses) calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di Papua harus diingatkan agar tidak melakukan black campaign atau kampanye hitam (tuduhan tak berdasarkan fakta atau fitnah) karena melanggar hukum.

"Ini melanggar hukum, karena tim sukses pasangan calon ini hobinya menggunakan kampanye hitam," kata Boy Rafli saat menjadi pembicara dalam bedah buku karya Stepi Anriani yang berjudul Bedah Buku Intelijen dan Pilkada di kawasan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Rabu (16/5/2018).

Ia khawatir, jika kampanye hitam timses para pasangan calon (paslon) berlanjut, mereka akan terjebak dalam pelanggaran hukum. 

"Makanya tim sukses paslon diingatkan tidak melakukan kampanye hitam dan kampanye negatif," ucapnya.

Sedangkan Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Geroge Elnadus Supit mengatakan, ending (akhir) dari pilkada adalah merebut kekuasaan, sehingga berbagai cara dilakukan mewujudkan keinginan itu. 

"Siapa yang bermain dalam politik? Aktornya orang yang berambisi ingin berkuasa dan peran penting ada pada partai politik," kata George E Supit.

Katanya, jika partai politik (parpol) dapat memberikan pendidikan politik yang baik kepada massa pendukungnya, kecil kemungkinan akan ada masalah.

Selain parpol, peran KPU, Bawaslu, pemerintah daerah, Polri, dan TNI juga dibutuhkan untuk mengawal suksesnya pilkada. 

Ketua KPU Papua, Adam Arisoi mengatakan, pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Namun upaya itu tak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak. 

"Kami harap hasil kerja kami sebaga anggota KPU endingnya manis. Pengalaman pelaksanaan pilkada di Papua sejak 2015 memang banyak masalah. Ini menjadi catatan semua pihak, sehingga banyak yang mengatakan pilkada Papua rawan," ucap Adam. (*)

loading...

Sebelumnya

Banmus DPR Papua putuskan tiga agenda dewan

Selanjutnya

Pangan lokal harus jadi menu wajib, jangan insidentil

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe