Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pilkada Papua
  3. Jelang akhir Mei, KPU Papua gelar debat kedua paslon cagub
  • Rabu, 16 Mei 2018 — 19:45
  • 1824x views

Jelang akhir Mei, KPU Papua gelar debat kedua paslon cagub

Ia mengatakan, pihaknya sudah memanggil setiap paslon cagub-cawagub Papua dan memberikan pemahaman agar keduanya lebih elegan dan lebih santai.
Ketua KPU Papua, Adam Arisoi - Jubi/Arjuna
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Ketua KPU Papua, Adam Arisoi mengatakan, pihaknya akan menggelar debat kedua, pasangan calon gubernur-wakil gubernur (paslon cagub-cawagub) Papua, 22 Mei 2018 mendatang.

Ia mengatakan, pihaknya sudah memanggil setiap paslon cagub-cawagub Papua dan memberikan pemahaman agar keduanya lebih elegan dan lebih santai.

"Tidak seperti debat pertama. Memang banyak koreksi ke KPU dan KPU mencoba menjadi pelaksanaan pemilu yang baik. Memberikan ruang dan nuansa yang baik kepada kedua paslon saat debat kedua nanti," kata Arisoi dalam bedah buku karya Stepi Anriani di kawasan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Rabu (16/5/2018).

Ia mengakui, dalam proses perjalanan lima tahun anggota KPU, akhir-akhir ini ada pihak yang memberikan raport merah.

"Terus yang selama ini kami kerja tidak dihitung? Itu catatan. Pilkada Papua disebut rawan, siapa yang membuat rawan. Kami harap hasil pekerjaan kami sebagai anggota KPU endingnya (akhir) manis," ucapnya. 

Katanya, pengalaman pelaksanaan pilkada serentak di Papua sejak 2015, 2017, dan 2018 memang banyak masalah. Ini menjadi catatan semua pihak, karena hal itu menyebabkan Bawaslu RI menyebut pelaksanaan pilkada Papua rawan.

Padahal semua pihak berupaya maksimal menjaga pelaksanaan pilkada aman, terutama aparat keamanan.

"Dalam proses perjalanan pasti ada sukses dan kegagalan. Tapi mohon jangan gagalnya diangkat. Tapi kesuksesan kami untuk bangsa dan negara," ujarnya. 

Di tempat yang sama, Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, tim sukses paslon perlu diingatkan tidak melakukan kampanye hitam dan negatif. Tapi bagaimana membangun citra positif untuk mendapat simpati publik, sehingga dapat dipilih rakyat. 

"Kampanye hitam atau kampanye negatif ini melanggar hukum. Bisa terjebak dalam pelanggaran hukum. Kalau berkaitan dengan ucapan, dapat terindikasi hukum pidana, kalau produk media sosial, berkaitan dengan ujaran kebencian," kata Boy Rafli. (*) 

loading...

Sebelumnya

KPU Paniai belum pastikan Paslon Pilkada

Selanjutnya

Ini alasan alasan DPT Pilgub Papua belum ditetapkan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6139x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5732x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3841x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe