Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Kapal perusak karang Raja Ampat diproses hukum
  • Kamis, 17 Mei 2018 — 13:05
  • 431x views

Kapal perusak karang Raja Ampat diproses hukum

Kepolisian Resor Raja Ampat, Provinsi Papua Barat akhirnya melimpahkan berkas perkara kapal pesiar Amanikan yang diduga menabrak terumbu karang di perairan Raja Ampat kepada Kejaksaan Negeri Sorong guna proses hukum lebih lanjut.
Ilustrasi, salah satu tempat wisata di Kepulauan Raja Ampat – Jubi/panduanwisata.id
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sorong, Jubi - Kepolisian Resor Raja Ampat, Provinsi Papua Barat akhirnya melimpahkan berkas perkara kapal pesiar Amanikan yang diduga menabrak terumbu karang di perairan Raja Ampat kepada Kejaksaan Negeri Sorong guna proses hukum lebih lanjut.

Kepala Satuan Reskrim Polres Raja Ampat, AKP Bernadus Okoka, di Waisai, Rabu (16/5/2018), mengatakan pihaknya telah menyerahkan berkas perkara kapal pesiar asing tersebut kepada penyidik Kejaksaan Negeri Sorong.

Ia mengatakan proses hukum selanjutnya menunggu penyidik Kejaksaan Negeri Sorong selaku penuntut umum menyatakan bahwa berkas perkara kapal pesiar tersebut lengkap.

Kapal motor 173 GT ini diproses hukum karena menabrak terumbu karang di perairan Kampung Arborek, salah satu destinasi wisata terindah di Kabupaten Raja Ampat, pada November 2017.

Ia menjelaskan sesuai hasil kajian di lapangan, luas terumbu karang di bawah laut yang rusak akibat KM Amanikan tersebut mencapai 162 meter persegi.

"Imbas kerusakan tersebut, fungsi ekosistem atau tempat perlindungan ikan, fungsi estetika, fungsi tahan ombak atau arus, penelitian sosial juga budaya menurun," ujar dia.

Terumbu karang yang rusak berbagai macam dan membutuhkan waktu mencapai 15 tahun untuk terumbu karang tersebut dapat tumbuh kembali. Kerugian Raja Ampat akibat kerusakan terumbu karang tersebut mencapai Rp 800 juta.

Perkara ini penyidik Polres Raja Ampat telah menetapkan dua orang tersangka, yakni nahkoda berinisial IMS dan juru mudi kapal berinisial S. Kedua tersangka dituntut melanggar Pasal 98 Ayat (1) Jo Pasal 99 Ayat (1) UU 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. (*)

loading...

Sebelumnya

Doa dan aksi 1000 lilin, dari Manokwari untuk damai sejahtera Indonesia 

Selanjutnya

Pemkab Raja Ampat akan bangun pabrik es

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe