Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Pangan lokal harus jadi menu wajib, jangan insidentil
  • Kamis, 17 Mei 2018 — 15:03
  • 446x views

Pangan lokal harus jadi menu wajib, jangan insidentil

"Kalau dana respek Rp100 juta setiap kampung, bisa dibuat lumbung pangan lokal di kampung. Lumbung pangan lokal kan tidak hanya sagu, petatas, singkong, tapi juga sayur, ikan, bidang peternakan. Itu konsep lumbung pangan lokal," ucapnya.
Papeda, salah satu pangan lokal Papua yang terbuat dari tepung sagu - Jubi. Dok
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Legislator Papua, John NR Gobai mengingatkan Pemprov Papua, khususnya OPD terkait, tidak hanya memperhatikan keberadaan pangan lokal pada momen tertentu atau bersifat insidentil.

Ia mengatakan, mendukung pernyataan Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo yang mewajibkan restoran dan hotel menyediakan pangan lokal. Kebijakan ini perlu didukung oleh Dinas Ketahanan Pangan dengan merumuskan sebuah peraturan daerah provinsi (perdasi). 

"Tugas kepala OPD menterjemahkan kebijakan gubernur dalam sebuah perdasi agar menjadi legal. Pangan lokal tidak hanya bersifat insidintil, tapi menu wajib dengan buatkan regulasi daerah. Ini akan menjadi pegangan pemerintah kabupaten (kota)," kata Gobai, Kamis (17/5/2018).

Ia juga mengingatkan pemerintah kabupaten (kota), distrik dan kampung mulai berpikir bagaimana mendorong program lumbung pangan lokal. Bagaimana melindungi pangan lokal yang sudah ada, dan bagaimana memanfaatkan lahan untuk menanam pangan lokal, supaya ketergantungan masyarakat Papua terhadap beras, perlahan dihilangkan. 

"Kalau dana respek Rp100 juta setiap kampung, bisa dibuat lumbung pangan lokal di kampung. Lumbung pangan lokal kan tidak hanya sagu, petatas, singkong, tapi juga sayur, ikan, bidang peternakan. Itu konsep lumbung pangan lokal," ucapnya.

Namun kata Gobai, jika masyarakat sudah mampu mengembangkan produksi pangan lokal, pemerintah harus membuka akses pasarnya agar masyarakat dari wilayah Kabupaten Keerom, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura dan lainnya, tak perlu ke pasar Youtefa, Abepura, Kota Jayapura untuk menjual hasil perkebunan, pertanian mereka.

"Misalnya masyarakat dari Koya, Distrik Muara Tami atau Genyem, Kabupaten Jayapura, datang ke Youtefa untuk berjualan, itukan mereka harus sewa mobil," katanya.

Untuk itu lanjut Gobai, konsep pengembangan dan pemberdayaan atau pemasaran potensi pangan lokal masyarakat perlu ada. Misalnya pemerintah menyediakan tempat di wilayah yang menjadi pengembangan pangan lokal untuk masyarakat menjual hasil pertanian dan perkebunan mereka.

"Masyarakat yang ingin membeli atau para tengkulak dari wilayah kota, akan datang membeli langsung kepada petani atau peternak di lokasi yang sudah disediakan. Ini yang harus dilakukan dinas terkait," katanya.

Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo meminta agar pangan lokal semisal sagu dikembangkan sebagai pengganti beras.

Namun menurutnya, para petani butuh pendampingan dan bimbingan khusus untuk mengembangkan pangan lokal.

"Paling tidak sebagai pengganti beras. Pangan lokal jangan hanya disajikan saat ada kegiatan," kata Soedarmo belum lama ini.

Katanya, diharapkan sagu dapat menjadi produk nasional, karena manfaatnya baik, terutama untuk kesehatan. Untuk itu, Pemprov Papua berencana menyusun peraturan gubernur (pergub) tentang pemanfaatan sagu di hotel dan restoran, untuk disajikan kepada pengunjung. (*)

loading...

Sebelumnya

Kapolda Papua: Timses hobinya kampanye hitam

Selanjutnya

Media jangan dimonopoli paslon tertentu

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe